Mulai memakai cadar sepulang dari umrah

Image Source: Instagram/diananurliana

Usai menjalankan ibadah umrah pada 2014, Diana Nurliana memutuskan untuk selalu memakai cadar atau niqab dalam kesehariannya. Secara hukum syariat, sebagian ulama mewajibkan pemakaian cadar, sebagiannya lagi berpendapat hukumnya sunnah.

Rupanya, Diana Nurliana lebih mantap untuk memakai cadar daripada tidak. Dalam sebuah wawancara dengan Wolipop, wanita asal Cianjur ini mengatakan bahwa hal itu selaras dengan tujuan hidupnya, yang mana fokus untuk mendapatkan kehidupan akhirat yang baik.

Merasakan banyak manfaat setelah memakai cadar

Image Source: Instagram/diananurliana

Diana Nurliana mengaku ada banyak kebaikan yang ia dapatkan setelah memakai niqab. Ia merasa lebih terjaga dengan pakaian syar'i tersebut. Misalnya, lebih mudah dalam menjalankan perintah untuk tidak bersalaman dengan lawan jenis dan juga makan dengan tangan kanan.

Menurut wanita lulusan Jurusan Psikologi Pendidikan Universitas Islam As-Syafiiyah ini, tangan kirinya otomatis memegangi kain cadar saat makan sehingga tangan kanannya yang bertindak menyuap makanan ke dalam mulut. Menarik ya, Ladies?

baca juga

Meluncurkan lini fashion dengan label Taqiya

Image Source: Instagram/diananurliana

Perjalanan Diana dalam memakai niqab kemudian membuka pintu rezeki baru baginya. Melalui label Taqiya, ia merilis berbagai jenis cadar atau niqab yang bisa dipakai sesuai aktivitas atau acara tertentu. Nama Taqiya terinspirasi dari nama putri ketiganya, yang memiliki arti ‘takwa’.

Ide bisnis tersebut muncul karena sebelumnya ia selalu kesulitan dalam menentukan outfit kondangan. Kebanyakan busana hijab bercadar cenderung ke warna hitam. Dari situ, ia pun berinisiatif untuk merancang hijab bercadar yang lebih berwarna.

Dengan warna yang lebih beragam, ia berharap dapat mudah berbaur dengan masyarakat dengan pakaiannya yang sangat tertutup tersebut. Sebagai desainer bercadar, Diana Nurliana telah memamerkan koleksinya di beberapa panggung pameran busana bergengsi, di antaranya Indonesia Fashion Week dan Jakarta Fashion Week.

Atas dukungan Bekraf, wanita 35 tahun ini juga sempat mewakili Indonesia untuk memamerkan karya di acara Islamic Society of North America yang digelar di Chicago, Amerika Serikat, lho. Membanggakan!
 

Padu-padan busana dengan sentuhan tradisional

Image Source: Instagram/diananurliana

Di masyarakat kita, wanita bercadar biasanya dianggap terlalu kearab-arab atau tidak nasionalis. Berbeda dengan Diana Nurliana, sebagai desainer asal Indonesia ia tampak tidak anti dengan sentuhan tradisional pada outfit-nya.

Terlihat pada salah satu outfit yang ia kenakan, desainer bercadar ini mengenakan abaya yang dilapisi dengan outer batik. Dengan outfit tersebut, pakaiannya pun masih terlihat sopan sebagaimana tren modest wear yang berkembang saat ini.

baca juga

Niqab yang tak melulu warna gelap

Image Source: Instagram/diananurliana

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, Diana Nurliana berupaya untuk menghadirkan koleksi busana hijab berniqab yang lebih berwarna. Ketika merilis niqab berwarna pada Maret 2018 lalu, produknya disambut dengan baik oleh kalangan bercadar di Indonesia. Di awal peluncuran, 15 warna busana dan niqab berwarna dijual habis dalam waktu tiga jam saja, lho.

Hijab bercadar yang playful juga tampak dalam keseharian desainer bercadar ini. Dalam salah satu outfit kondangannya, ia memakai busana bernuansa peach yang segar. Uniknya, ia memadukan kebaya Jawa yang longgar dengan sarung Makassar. Tampilan ini makin serasi dengan memakai kerudung dan cadar berwarna senada.

Nah, itu tadi Diana Nurliana, desainer bercadar yang menghadirkan busana niqab kekinian. Sudah enggak penasaran lagi dengan desainer bercadar yang satu ini, kan?