Lola Diara Fidya, selebgram yang dikaitkan dan disebut warganet sebagai orang ketiga dalam tulisan viral Layangan Putus, masih terus menjadi buah bibir. Terlepas dari masalah yang tengah dihadapinya, Lola Diara ternyata menjadi figur yang dikagumi wanita muslimah dan mereka yang sedang belajar hijrah. 

Hal itu terlihat kalimat-kalimat yang berisi pesan religius dan dakwah yang kerap diunggah Lola dalam akun media sosialnya, lalu unggahan itu diunggah ulang para pengikutnya. Tak hanya itu, Lola juga pernah menceritakan sedikit proses hijrah yang dilakukannya.

Perjalanan Hijrah Selebgram Lola Diara Sebelum Tersangkut Tulisan Layangan Putus

Dilansir dalam laman haibunda.com, Lola mengatakan, pada awal proses hijrah, ia meminta maaf kepada teman-temannya, bahkan musuhnya. Lola merasa sebelum hijrah, ia harus meminta maaf kepada Allah dan siapa pun, termasuk para musuhnya.

Ketika pertama kali mengikut kajian, kata Lola, ia tak memiliki teman. Ia selalu pergi sendirian ke setiap kajian. Dari kajian ke kajian lain, ia akhirnya membuat sebuah wadah bernama Tauhid Hunters. Ia akhirnya bertemu teman-teman perempuannya, yang juga sedang melakukan proses hijrah. 

baca juga
Perjalanan Hijrah Selebgram Lola Diara Sebelum Tersangkut Tulisan Layangan Putus

Menurut Lola, satu hal yang paling menghambat proses hijrahnya adalah dirinya sendiri. Bukan karena tak punya teman untuk ikut kajian, melainkan ia hanya mengandalkan dirinya sendiri dan bergantung pada Allah. 

Beruntung, keluarganya sangat mendukung proses hijrah yang dilaluinya dulu. Bahkan, kata Lola, keluarga menjadi orang yang paling tahu dan tidak menghakimi masa lalunya.  

Didukung Keluarga

Didukung Keluarga

"Hijrahnya orang yang benar-benar hijrah itu pasti didukung. Celaan dan cacian itu datang ketika kita enggak yakin sama hijrah kita sendiri. Keluarga kita itu lebih tahu kita, mereka akan lebih fokus dengan perubahan yang ada pada dalam diri kita dibanding yang bagi mata," tulis Lola. 

Lola mengatakan, dari semua prestasi dunia yang kita miliki, orang tua akan lebih bangga kalau anak-anaknya menjadi anak saleh atau salehah. "Karena semua prestasi dunia akan berhenti sampai liang lahat saja, tapi anak-anak yang dekat dengan Allah akan terus membantu orang tuanya dalam urusan amal sampai mereka merasakan manfaatnya di akhirat kelak," ujarnya.  

baca juga
Didukung Keluarga

Pengusaha muda ini mengaku memperoleh banyak hujatan dan komentar negatif dari lingkungannya saat memutuskan berhijrah. Namun, ia hanya menyikapi semuanya itu dengan muhasabah diri, sabar, serta terus berdoa.

"Tangan kita cuma ada dua, enggak mungkin kita tutup semua mulut manusia. Maka sayang waktu kita hanya untuk memanjakan penilaian mereka, karena pada akhirnya Allah yang akan ambil andil dari segala buku catatan amal kita dan mereka juga akan mempertanggungjawabkan yang mereka sangkakan," ucapnya