Sering dong dengar kata ‘Baper’ yang merupakan akronim dari ‘Bawa Perasaan,’ kata ini jadi populer dan sudah masuk ke dalam budaya penggunaan bahasa baru nih di Indonesia. Kebanyakan penggunanya adalah anak muda sampai akhir 30-an. Cemberut dikit, disebut baper. Nonton drama nangis, disebut baper. Melting dengan perhatian kecil si doi juga baper. Ujung ujungnya merasa diPHP-in alias dikasih harapan palsu!

Rasa-rasanya tiap mengungkapkan emosi semua disebut baper. Sampai dibilang orang baperan. Sering gak sih kamu disebut baperan sama teman temanmu?
Wah, ini bahaya sih kalau sampai kamu emang ‘terlalu mudah’ baper apalagi berujung sakit hati. Perlu ada penanggulangan nih, untuk itu kamu harus tahu deh ini cara-cara yang bisa kamu lakukan untuk mengurangi perasaan yang mudah baper. Lets check it girls!
 

1. Berhenti Overthinking

1. Berhenti Overthinking

Sensitif dalam merasakan suatu emosi seharusnya tidak jadi masalah selama dalam porsinya. Tetapi, jika bercampur dengan overthinking yang malah sering ke arah negatif dan pesimis malah akan jadi boomerang.

‘Gimana ya kalau sini gak nyaman dengar suara kunyahan keripik aku?’
‘Apa dia gak masalah Aku pakai celana jeans di acara kencan kami?’
‘Dia tadi ngelirik kesini, apa dia gak suka Aku ya?’


Pertanyaan seperti itu, bisa jadi tanda kalau kamu memang tengah overthinking. Bisa jadi orang itu melirikmu secara tidak sengaja, atau merasa penampilanmu hari ini cantik dan Ia menyukainya. Terlalu berpikir dan membuat asumsi sendiri menjadi awal mula sumber kebaperan. Jangan terlalu memikirkan setiap detilnya dengan begitu banyak prasangka.

Tidak semua prasangkamu itu benar. Kebanyakan hanya perasaanmu saja, dan nyatanya jauh dari itu. Berhenti overthinking dan nikmati saja setiap moment yang ada. Jangan pedulikan tatapan orang-orang yang tidak begitu penting. Terkecuali hal tidak menyenangkan memang terjadi padamu. Ayo biasakan berfikir positif!
 

baca juga

2. Jangan Menumpuk Keraguan dan Berani Ambil Keputusan

2. Jangan Menumpuk Keraguan dan Berani Ambil Keputusan

Ketika tidak menyukai sesuatu atau kamu merasa keberatan melakukan sesuatu jangan ambil pusing dan langsung putuskan! Menumpuknya untuk dipikirkan terlalu lama hanya akan membuatmu semakin stress dan berakhir kamu ‘baper’ dengan setiap bayangan anehmu atas resiko yang mungkin terjadi.

Selesaikan keraguanmu satu persatu dan jangan menumpuknya. Segera ambil keputusan dalam timing yang tepat. Sehingga ketika resiko terjadi, kamu bisa segera recovery dan menjadi lebih baik di keputusan selanjutnya. Kamu jadi tidak ada waktu untuk berpikir yang tidak-tidak. Problem solving skill milikmu pun akan semakin terasah, dan menjadikanmu berani. Kamu jadi gak punya deh waktu kosong untuk baper. Fokus pada proses dan hasil di depan sana.
 

3. Perluas Sudut Pandang

3. Perluas Sudut Pandang

Jangan melihat sesuatu dari sudut pandang dan perasaanmu saja. Karena orang lain juga melihat dari sudut pandang dan perasaan mereka. Kalau sama -sama keras kepala dan tidak ada usaha mengerti yang lain, maka hanya akan ada perselisihan. Tidak jarang jika hal tersebut menyebabkan salah satu pihak baper, dan pihak lain merasa baik-baik saja yang penting sesuai keinginannya.

Supaya tidak begitu, kamu harus mencoba berdiri di sisi lain. Memposisikan diri sebagai orang lain. Misalnya, ketika kamu ditegur atasan karena typo saat membuat persentasi sudah merasa ingin menangis bahkan berniat resign. Berpikir kalau itu hanyalah typo, dan atasanmu hanya mencoba mencari alasan untuk memecatmu, atau atasanmu memang sengaja mencari kesalahanmu karena tidak suka padamu.

No girls! Jangan langsung berpikir buruk seperti itu.

Coba deh posisikan diri sebagai atasanmu. Ketika dia persentasi di hadapan klien, dan ternyata ada kesalahan penulisan yang membuat klien meragukan kinerja perusahaanmu sampai mungkin mempengaruhi kerja sama. Hal itu tentu saja akan membuat atasanmu khawatir, dan ingin kamu lebih teliti lagi. Alih-alih berfokus pada tegurannya, coba fokuskan pada hal baiknya, bahwa atasanmu ingin kamu menjadi seorang pegawai yang lebih hati-hati dan lihat. Dengan begitu kamu jadi lebih teliti agar tidak membuat malu atasanmu di depan klien.

Belajar mengambil sudut pandang lain dalam menghadapi berbagai situasi akan sangat membantumu untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan mengurangi kebaperanmu. Kamu pun menjadi lebih peduli dan pengertian juga pada orang orang di sekitarmu. So lets be better girls!