BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) merupakan salah satu program pemerintah yang bertujuan untuk memberikan kesejahteraan kepada masyarakat. Program tersebut dibagi menjadi dua yaitu BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan.

Kendati begitu, kedua program tersebut tentu berbeda. Nah, apa sebetulnya yang membedakan antara BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan?Yuk simak.
 


 

BPJS Kesehatan

BPJS Kesehatan juga bertujuan untuk memberikan kesejahteraan untuk masyarakat, namun lebih terfokus pada pengobatan. Program yang satu ini tidak diwajibkan untuk semua masyarakat. Jadi, kamu bebas memilih apakah ingin menjadi peserta atau tidak.
 

BPJS Kesehatan
source: https://finance.detik.com

Tak sedikit pula, masyarakat lebih memilih asuransi swasta ketimbang BPJS Kesehatan. Dengan memiliki BPJS Kesehatan, kamu tak perlu pusing memikirkan tagihan rumah sakit yang terbilang tinggi. Dengan menggunakan kartu BPJS, kamu gak perlu mengeluarkan uang sepersenpun.

Namun, ini tidak semata-mata gratis atau tidak dipungut biaya. Untuk bisa menikmati fasilitas berobat gratis dari BPJS, kamu harus membayar iuran setiap bulan yang dibedakan menjadi tiga kelas, seperti:

Kelas III, biaya iuran per bulan sebesar Rp 25.500
Kelas II, biaya iuran per bulan sebesar Rp 51.000
Kelas I, biaya iuran per bulan sebesar Rp 80.000

Itu iuran versi lama. Rencananya, pemerintah menaikkan harga iuran mencapai 100 persen yang bakal berlaku pada 2020. Hal ini menuai pro-kontra. Bahkan banyak yang berharap akan kesejahteraan masyarakat dan fasilitas kesehatan juga ditingkatkan. Semoga ya!
 

baca juga

BPJS Ketenagakerjaan

BPJS Ketenagakerjaan merupakan badan hukum publik yang bertujuan untuk memberikan kesejahteraan kepada masyarakat di hari tua.

Fasilitas yang ditawarkan oleh BPJS Ketenagakerjaan ditujukan bagi beberapa golongan seperti karyawan atau pekerja, wirausaha, pekerja konstruksi dan pekerja migran atau Tenaga Kerja Indonesia (TKI).
 

BPJS Ketenagakerjaan
source: https://finance.detik.com

Jadi, intinya setiap masyarakat yang berpenghasilan diwajibkan untuk mengikuti program atau menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Jika sudah menjadi peserta, maka kamu juga diharuskan untuk membayar iuran setiap bulannya. Nah, besaran iurannya juga dibedakan tergantung dari fasilitas yang kamu ikuti.

Selain itu, iuran tersebut harus dibayarkan paling lambat setiap tanggal 15 tiap bulannya. Jika terlambat bayar, maka kamu akan dikenakan denda sebesar 2 persen.

Berikut ini beberapa fasilitas yang ditawarkan BPJS Ketenagakerjaan serta besaran iuran yang akan kamu tanggung.
 

1. Jaminan Hari Tua (JHT)

Para peserta BPJS Ketenagakerjaan tentu sudah familiar dengan fasilitas yang satu ini. Kamu bisa mendapatkan uang tunai yang besarannya diperoleh dari hasil akumulasi iuran yang kamu bayarkan setiap bulannya.
 

1.	Jaminan Hari Tua (JHT)

Untuk dapat mencairkan saldo BPJS, salah satu syaratnya adalah peserta harus sedang tidak bekerja.

Buat bisa menikmati fasilitas JHT, kamu diwajibkan untuk membayar iuran setiap bulan dengan besaran:

  • Penerima upah: sebesar 5,7 persen per bulan dari upah yang dilaporkan dengan pembagian 2 persen dari upah pekerja dan 3,7 persen dari perusahaan.
  • Bukan penerima upah: sebesar 2 persen per bulan dari penghasilan yang dilaporkan.
  • Pekerja migran Indonesia: sebesar Rp 105 ribu hingga Rp 600 ribu per bulan.

 

baca juga

2. Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)

BPJS juga memberikan perlindungan risiko kecelakaan yang berhubungan dengan pekerjaan yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja.
 

2.	Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)

Peserta akan mendapat perawatan tanpa batas biaya. Selain itu, kamu juga akan mendapat santunan kematian sebanyak 48 kali dari jumlah upah yang dilaporkan.
Iuran per bulan yang harus dibayarkan antara lain:

  • Penerima upah: 0,24 persen hingga 1,74. Iuran ini bakal dibayarkan oleh pemberi kerja atau perusahaan dengan persentase yang berbeda-beda tergantung dari besarnya risiko.
  • Bukan penerima upah: sebesar 1 persen dari penghasilan yang dilaporkan.
  • Jasa konstruksi: mulai dari 0,21 persen yang nilainya berdasarkan nilai proyek.
  • Pekerja migran Indonesia: sebesar Rp 370 ribu.

3. Jaminan Kematian

Ada juga fasilitas Jaminan Kematian di mana pihak BPJS akan memberikan uang tunai kepada ahli waris ketika peserta meninggal dunia yang bukan disebabkan karena kecelakaan kerja.
 

3.	Jaminan Kematian

Para peserta wajib membayar iuran setiap bulannya sebesar:

  • Penerima upah: 0,3 persen dari upah yang dilaporkan dan dibayarkan oleh pemberi kerja atau perusahaan.
  • Bukan penerima upah: Rp 6.800 per bulan.
  • Jasa konstruksi: mulai dari 0,21 persen yang nilainya berdasarkan nilai proyek.
  • Pekerja migran Indonesia: Rp 370 ribu.

4. Jaminan Pensiun

Jaminan Pensiun merupakan jaminan sosial yang diberikan BPJS Ketenagakerjaan agar peserta dapat mempertahankan kehidupan yang layak saat memasuki usia pensiun.
 

4.	Jaminan Pensiun

Peserta akan mendapatkan uang tunai bulanan dengan syarat kamu sudah memenuhi iuran minimal 15 tahun. Tak hanya peserta, anak yang didaftarkan pada program pensiun juga mendapatkan bantuan uang tunai bulanan hingga usianya 23 tahun.

Namun, fasilitas yang satu ini hanya diperuntukkan bagi pekerja penerima upah dengan membayar iuran setiap bulan sebesar 1 persen dari pekerja dan 2 persen dari perusahaan.