Pesatnya perkembangan teknologi sangat memengaruhi para pengusaha muda Indonesia mengembangkan ide briliannya. Beberapa tahun terakhir ini, banyak perusahaan berdiri dan berkembang baik dengan memanfaatkan internet.

Mereka pengusahan muda, membuat perusahaan teknologi itu untuk melayani berbagai kebutuhan penggunanya. Perusahaan ini bisa mengguncang dominasi perusahaan konvensional hanya melalui aplikasi yang mereka buat.

Bahkan tidak hanya lingkup lokal, perusahaan yang mereka emban mencuat sampai ke penjuru dunia. Ini lima perusahaan berbasis aplikasi karya anak bangsa yang mendunia. Berikut daftarnya:
 

1. Gojek

Gojek merupakan salah satu platform berbagi tumpangan dan transportasi online paling populer di Indonesia. Aplikasi ini merupakan super app pertama di tanah air yang sudah berekspansi ke kawasan Asia Tenggara seperti Singapura, Vietnam dan Thailand.
 

1. Gojek

Gojek telah berhasil menarik minat investor asing untuk berinvestasi di startup tanah air ini. Beberapa investor asing yang menyuntikkan dana segar ke Gojek adalah Google, JD.com, Tencent Holdings, Mitsubishi Corporation, Sequoia India dan Kohlberg Kravis Roberts.

Berkat keuletan dan kesuksesan Gojek, sang founder, Nadiem Makarim, baru-baru ini ditunjuk oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, untuk menduduki jabatan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada Kabinet Indonesia Maju.
 

baca juga

2. HijUp

HijUp merupakan aplikasi e-commerce atau toko online khusus untuk para wanita yang berhijab yang didirikan oleh Diajeng Lestari, istri dari CEO Bukalapak, Achmad Zaky.
 

2. HijUp

Startup ini sudah melebarkan sayap bisnis ke Malaysia. Pada Februari 2018 silam, HijUp mengakuisisi Haute, Elan, Platform marketplace terbesar di Inggris Raya untuk modest fashion dengan nilai tak disebutkan. Setelah akuisisi ini HijUp meluncurkan HijUp UK Limited yang menjadi langkah awal startup lokal ini merambah bisnis international.
 

3. Traveloka

Bagi kalian yang gemar jalan-jalan, pasti sudah tidak asing dengan Traveloka. Salah satu startup oline travel agency (OTA) yang menyandang status unicorn atau bervaluasi di atas US$1 miliar. Traveloka diketahui sudah ekspansi ke Thailand, Singapura, Malaysia, Filipina, Vietnam dan Austalia.
 

3. Traveloka

Ferry Unardi dan kawan-kawannya sebagai pendiri ini juga mendapat banyak suntikan modal dari investor asing, yakni: Expedia, GFC dan Sequoia Capital dari AS, Hillhouse Capital dan JD.com dari China.
 

baca juga

4. Qlue

Qlue merupakan aplikasi dengan konsep smart city. Aplikasi ini memungkinkan masyarakat melaporkan masalah secara langsung kepada pemerintah kota.
 

4. Qlue

Pada awalnya, aplikasi ini dibuat untuk DKI Jakarta, namun kemudian dikembangkan pada beberapa kota lainnya seperti Pekanbaru, Probolinggo, Bima, serta Manado.
Selain dengan pemerintah kota, aplikasi ini juga bekerja sama dengan partner bisnis. Qlue telah menerima banyak penghargaan sejak tahun 2015.

Pada Februari 2019, Qlue mendapatkan penghargaan sebagai Best Mobile Goverment Service di Uni Emirat Arab untuk kategori Public Empowerment, menggeser lima nominator pesaingnya termasuk dua diantaranya adalah aplikasi Pakistan Citizen Portal dari negara Pakistan dan NYC 311 dari Amerika Serikat (AS).
 

5. BrideStory

BrideStory, sebuah marketplace yang menyediakan berbagai layanan vendor pernikahan. BrideStory sudah berekspansi ke Singapura, Malaysia dan Filipina.
 

5. BrideStory

Kini, Mei 2019 lalu, BrideStory diakuisisi oleh marketplace terbesar di Indonesia, Tokopedia. Sementara pendiri BrideStory, Kevin Mintaraga juga turut bergabung dengan manajemen Tokopedia.