Masyarakat Indonesia menganggap serangga tidak layak untuk dijadikan sebagai makanan karena serangga bukan seperti hewan yang lazim untuk dimakan. Banyak orang juga menganggap serangga adalah hewan yang menjijikan dan sedikit ngeri jika harus mengkonsumsi serangga. Namun, ada beberapa serangga yang bisa disantap oleh orang-orang. Selain itu juga beberapa serangga berpotensi sebagai sumber pangan yang bergizi tinggi. Kira-kira ada serangga apa aja ya?

 

Semut Merah

Semut Merah

Kamu pasti berpikir untuk menyantap serangga yang satu ini harus membutuhkan jumlah yang banyak? Nyatanya cukup dengan 100 gram semut merah (salah satu dari ribuan spesies semut) memiliki 14 gram protein (lebih dari telur), sekitar 48 gram kalsium.

Selain itu, semut merah juga kaya akan zat besi dan nutrisi dimana semua itu mengandung kurang dari 100 kalori. Di negara Timur sendiri, semut merah dan telurnya juga sudah dikenal dalam hal kuliner karena rendah karbohidrat, sehingga kamu enggak usah khawatir gemuk saat mengkonsumsi semut.

baca juga

Kumbang

Kumbang

Kumbang yang paling umum untuk dikonsumsi adalah kumbang tanduk panjang. Kumbang ini bisa kamu dapatkan di daerah berhutan, baik tropis dan subtropis. Konon, penduduk asli Amerika sering memanggang kumbang dan mengonsumsinya seperti makan popcorn. Kumbang juga diketahui mengandung lebih banyak protein dibanding serangga lainnya.
 

Lebah dan Tawon

Lebah dan Tawon

Terkenal dengan menghasilkan madu yang manis, lebah dan tawon ternyata juga bisa dikonsumsi. Masyarakat adat di Asia, Afrika, Australia, Amerika Selatan dan Meksiko umumnya mengkonsumsi serangga ini saat mereka berada dalam tahap dewasa. Lebah stingless dan tawon menjadi serangga yang paling digemari untuk dikonsumsi. Saat lebah atau tawon masih dalam bentuk larva dan telur juga bisa dikonsumsi dan memiliki rasa seperti almond dan pinus.
 

baca juga

Kupu-Kupu dan Ngengat

Kupu-Kupu dan Ngengat

Kupu-kupu dan ngengat merupakan salah satu serangga yang bisa dijadikan suplemen untuk anak-anak dan wanita hamil yang kekurangan nutrisi. Hal ini dikarenakan, serangga ini memiliki rasa yang lezat serta kaya protein dan zat besi sehingga sangat baik untuk dikonsumsi. Larva kupu-kupu dan ngengat juga biasa dikonsumsi oleh masyarakat Amerika Selatan dan Amerika Tengah, selain itu larva dari dua serangga ini juga bisa digunakan sebagai makanan atau bahan untuk minuman beralkohol di Meksiko.
 

Belalang

Belalang

Memiliki bentuk yang mirip dengan jangkrik, belalang merupakan serangga yang paling sering dikonsumsi. Memiliki kandungan gizi yang tinggi membuat belalang bisa menjadi pilihan makanan yang sehat. Belalang juga memiliki kandungan protein yang hampir setara dengan sepotong dada ayam berukuran 100 gram, tetapi dengan lemak yang lebih banyak. Jika kamu berminat unutk mengkonsumsi belalang kamu akan mudah menangkapnya karena serangga ini berada diseluruh tempat.