Memang tak ada larangan pernikahan yang berbeda kewarganegaraan, begitulah yang dirasakan oleh pasangan baru yang sempat jadi perincangan warganet. Pasangan bule yang berasal dari Amerika ddengan wanita bugis asal Sulawesi ini melangsungkan pernikahan mereka di Sulawesi.

Uniknya, tema pernikahan yang merea usung bukanlah tema pernikahan layaknya di Amerika, melainkan dengan adat dan budaya Sulawesi. Penasaran? Yuk simak artikel ini untuk dapatkan informasi selengkapnya!

Merayakan Pernikahan dengan Mewah

Merayakan Pernikahan dengan Mewah

Pasangan mix-married ini ternyata merayakan pernikahan mereka dengan mewah lho, Ladies. Pria bule bernama Christoper ini memberikan mahar seperangkat alat solat dan juga logam emas 20 gram. Pernikahan mereka pun dihadiri oleh banyak orang, mulai dari teman dekat, teman lingkungan sekitar, hingga tokoh masyarakat.
 

baca juga

Usung Adat Sulawesi

Usung Adat Sulawesi

Tak seperti pasangan kebanyakan yang ingin merayakan pernikahan dengan tema serba modern layaknya tema wedding international, kedua pasangan ini ternyata lebih memilih untuk merayakannya dengan menggunakan adat istiadat Sulawesi Tenggara. Pengantin pria memakai jas Tatu warna salem keemasan dengan celana dari kain sarung dan songkok. Sedangkan mempelai wanita mengenai pakaian adat baju Bodo suku Bugis. Menarik, ya?

Mualaf

Mualaf

Demi menikahi sang wanita asal Sulawesi tersebut, Christoper diketahui menjadi mualaf sebelum melangsungkan pernikahan. Ia pun mengganti namanya menjadi Muhammad Christoper. Prosesi pindah agama tersebut dilaksanakan di Kecamatan Watubangga Kabupaten Kolaka Sulawesi Tenggara (Sultra).

baca juga

Awal Mengenal

Awal Mengenal

Keduanya diketahui saling kenal ketika sang wanita, yang bernama Farni, sedang bekerja di Bali sebagai pemandu wisata. Christoper yang saat itu sedang berlibur di Bali bertemu Farni, dan kemudian saling mengenal satu sama lain. Merasa cocok, Christoper menjumpai kedua orangtua Farni dan menikahinya. So sweet!

Dihadiri oleh Keluarga Sang Pria

Dihadiri oleh Keluarga Sang Pria

Meski berasal dari negara yang jauh, namun hal itu tak mengurungkan niat keluarga pengantin pria untuk ikut serta menghadiri perayaan pernikahan anaknya. Di pesta pernikahan keduanya, tampak beberapa keluarga pengantin pria turut mendampingi dan menggunakan pakaian adat Sulawesi. Lengkap dengan peci atau topi, dan juga menggunakan sarung songket.