The Legend of Dewi Rengganis

The Legend of Dewi Rengganis

Salah satu penilaian dalam ajang pemilihan Miss International ialah peragaan National Costume yang ditampilkan dari berbagai negara. Penilaian ini pun merupakan salah satu yang paling menentukan karena setiap negara masing-masing memiliki ciri khas budaya dan tradisi yang bisa diangkat lewat national costume untuk diperkenalkan kepada dunia.

Selain kekreatifan, keunikan simbol sejarah dari sebuah kostum pun diperhitungkan, para kontestan pun akan mempresentasikan penampilan terbaiknya dan akan dipilih satu pemenang terbaik yang akan meraih gelar Best National Costume.
 

The Legend of Dewi Rengganis

Di perhelatan ke 59 tahun Miss International 2019 kali ini, Indonesia yang diwakili oleh Joleen Marie akan memperkenalkan national costume bertemakan The Legend of Dewi Rengganis. Kostum nasional modifikasi ini merupakan rancangan designer asal Indonesia yang dibuat oleh Diana M Putri atau DIANA COUTOURE.

Terinspirasi dari sebuah legenda di Indonesia tepatnya pada massa kerajaan Majapahit yang menceritakan seorang puteri raja Brawijaya yang memiliki wajah cantik nan rupawan. Karena kecantikan nya ini banyak para bangsawan khususnya raja-raja ingin mempersunting Dewi Rengganis yang dipercaya sebagai penguasa di wilayah Argopuro dan juga Raung.

Dipilihnya tema Dewi Rengganis ini juga dikarenakan Joleen Marie berhasil mencapai ketiga puncak yang ada di gunung Argopuro yaitu Argopuro, Hyang dan Rengganis. Diketahui bahwa puncak Rengganis merupakan puncak tertinggi di Gunung Argopuro dan pada puncak inilah ditemukan situs kolam, taman sari dan puing-puing pura.
 

baca juga

Bawakan Gaun dari Kain Tenun dan Kain Songket

Bawakan Gaun dari Kain Tenun dan Kain Songket

Tak hanya legenda Indonesia, Joleen juga akan perkenalkan gaun-gaun cantik karya designer muda dan berbakat Indonesia. Gaun-gaun ini pun memiliki ciri khas yang kental akan budaya Indonesia. Melalui press conference-nya Joleen akan membawakan Evening Gown rancangan Anaz Khairunas yang terbuat dari Kain Bantenan yang merupakan kain tenun asli Minahasa dan juga gaun dari designer Priyo Oktaviono yang terbuat dari kain songket Bali yang terlihat begitu anggun dan elegan.
 

Kampanyekan “Awareness Ribbon”

Kampanyekan “Awareness Ribbon”

Cantik, Pintar dan Berkepribadian baik merupakan ketiga hal mendasar diajang kontes kecantikkan. Namun semua itu juga perlu didukung dengan adanya bukti nyata advokasi. Kali ini Miss International Organization mewajibkan kepada seluruh kontestan untuk mengampanyekan tentang “Awareness Ribbon”.

Tujuan dari awareness ribbon yang dilambangkan dengan simbol pita ungu ini adalah untuk meningkatkan kesadaran khusunya bagi seluruh wanita yang menjadi korban kekerasan fisik, psikologis dan seksual untuk berani speak up dan keluar dari keterpurukkan. Hal ini diupayakan agar para korban kekerasan yang didominasi oleh kaum hawa ini berani mengungkapkan kekecewaan nya atas perlakuan kasar dan semena-mena yang mereka alami. Karena dari banyak kejadian wanita yang menjadi korban diskriminalisasi ini hanya takut dan diam bahkan mereka memilih mengakhiri hidup sebagai solusi akhirnya.


Bagaimana Beautynesian, mengaggumkan bukan? Kita doakan semoga Joleen berhasil mengharumkan nama Indonesia dan bisa membawa pulang mahkota Miss International ya?