Social phobia disebut juga social anxiety disorder adalah kondisi di mana seseorang mengalami kecemasan ketika melakukan aktivitas dan interaksi sehari-hari dengan orang-orang di sekitarnya. Penderita fobia sosial dapat mengalami stres akibat adanya ketakutan dan kecemasan terhadap interaksi sosial dengan sekitarnya, hingga mengganggu aktivitas sehari-hari. Lalu, seperti apa ya gejala dan cara mengatasinya?

Gejala Social Phobia

Gejala Social Phobia
source: https://www.instagram.com/jelly_jilli/

Gejala yang dialami oleh penderita social phobia, yaitu perasaan cemas, panik dan takut saat bertemu dengan orang lain atau berada di tempat umum. Alasannya adalah karena ia merasa malu yang berlebihan dan merasa takut diperhatikan, dinilai atau dikritik oleh orang lain. Rasa takut dan cemas tersebut timbul karena ia merasa bahwa orang lain selalu memerhatikannya. Akibatnya ia merasa takut melakukan sesuatu di hadapan umum karena khawatir orang lain akan mengolok-olok atas hal-hal yang ia perbuat. 

Penderita penyakit ini biasanya enggan melakukan interaksi sosial seperti berbicara dengan orang asing, pergi ke tempat yang dipenuhi orang, memulai pembicaraan dan lain-lain. Sehingga ia akan sulit memiliki teman dan cenderung tidak bisa menjaga pertemanan. Selain itu, gejala penyakit ini bisa terlihat secara fisik terutama saat ia merasa takut atau cemas secara berlebihan. 

Gejala fisik tersebut seperti tubuh berkeringat atau gemetar, kelelahan, wajah atau pipi memerah, detak jantung menjadi lebih cepat, sakit kepala, sulit bernapas, otot terasa tegang, mual, diare, sulit berbicara, pusing, merasa ingin pingsan dan perut terasa tidak enak.

baca juga

Penyebab Social Phobia

Penyebab Social Phobia
source: https://www.instagram.com/jelly_jilli/

Penyebab social phobia ini belum diketahui secara pasti. Namun beberapa hasil penelitian menyebutkan bahwa selain faktor genetik, penyakit ini juga dipicu oleh gabungan dari faktor genetik, lingkungan, serta pengalaman buruk seperti pelecehan seksual, bullying, dan kekerasan di dalam keluarga. 

Kondisi fobia sosial juga mungkin saja berkaitan dengan kondisi fisik seseorang. Misalnya adanya zat kimia berupa seretonin di dalam otak yang berfungsi membantu mengatur suasana hati. Apabila otak kekurangan zat seretonin, gangguan kecemasan mungkin saja terjadi. 

Cara Mengatasi Social Phobia

Cara Mengatasi Social Phobia
source: https://www.instagram.com/jelly_jilli/

Sebenarnya para penderita fobia sosial menyadari bahwa rasa takut dan cemas yang dialaminya itu berlebihan, bahkan tidak wajar. Namun, kebanyakan dari mereka tidak tahu cara mengatasinya.  Meski begitu, ada beberapa cara untuk mengatasi kondisi ini, yaitu: 

  • Pengobatan medis. Obat untuk fobia sosial tidak bisa diminum atau dihentikan sembarangan, namun harus melalui konsultasi dokter. Pada sebagian penderita, gejala fobia sosial dapat berkurang dengan rutin minum obat. Namun sebagian penderita lainnya, tidak merasa lebih baik dengan penggunaan obat-obatan ini. Hal yang perlu diperhatikan pula yaitu bahwa gejala social phobia bisa saja kembali saat pengobatan dihentikan.
  • Terapi perilaku. Dengan terapi ini biasanya terapis akan membantu mengenali rasa takut dan cemas sekaligu melatih untuk mengubahnya. Latihan ini akan dimulai dengan memberikan situasi tidak nyaman yang ringan, kemudian perlahan ditingkatkan. Keuntungan dari terapi perilaku ini adalah tidak hanya menyembuhkan gejala, tapi juga social phobia itu sendiri. Jadi, ketika sudah berhasil sembuh, kecil kemungkinan kondisi social phobia itu datang lagi.
  • Terapi relaksasi. Pada terapi ini biasanya diajarkan teknik pernapasan dan meditasi sehingga akan merasa lebih santai dan lama kelamaan fobia sosial bisa sembuh. Sayangnya cara ini hanya dapat membantu mengurangi stres yang timbul karena fobia sosial tertentu dan kurang efektif untuk fobia sosial umum.
Jadi itulah penjelasan mengenai social phobia. Penyakit ini bisa disembuhkan lho asal sudah terdeteksi dari awal dan serius untuk mengobatinya. 


Sumber: alodokter.com