Saat ini, isu tentang lingkungan semakin berkembang seiring banyaknya kerusakan yang terjadi di planet kita. Siapa yang tak mau turut menjaga lingkungan, ada banyak cara yang bisa dilakukan. Gaya hidup yang ramah lingkungan, pola konsumsi yang optimal, penggunaan barang barang daur ulang, sampai dengan penggunaan fashion yang ramah lingkungan. Ada 5 brand fashion yang ternyata ramah lingkungan, dan tentunya brand ini mudah ditemukan di daerah ibukota.

H&M

Source : www.retaildetail.eu
Setiap item dalam "Conscious" memiliki aspek yang mengurangi dampak lingkungannya, seperti kapas organik atau polyester daur ulang. Menariknya lagi, kamu tidak perlu menghabiskan banyak uang untuk sustainable fashion, karena harga koleksi H&M cukup terjangkau.

Bahkan di beberapa store H&M, kamu juga dapat mendaur ulang pakaian yang tidak diinginkan dengan diskon untuk membeli sesuatu yang baru. Perusahaan induk H&M Group mengatakan secara keseluruhan menggunakan 57% serat daur ulang atau bersumber secara berkelanjutan, dengan tujuan untuk mencapai 100% pada tahun 2030.
baca juga

Stella McCartney

Source : www.vogue.com
Daur ulang adalah salah satu poin utama dari filosofi perusahaan Stella McCartney. Pada 2012, 34,3 metrik ton limbah dialihkan dari TPA dan didaur ulang atau digunakan kembali, mereka mendaur ulang semua tekstil yang dapat digunakan.

Perusahaan Stella McCartney ini selalu mencari cara baru untuk sustainable fashion karena merasa bertanggung jawab atas sumber daya yang digunakannya dan dampak kegiatannya terhadap planet ini. Rasa tanggung jawab dan pemikiran ke depan ini hadir ketika mereka merancang koleksi mereka, ketika mereka membuat pakaian dan bahkan ketika mereka membuka toko baru.

Tak hanya itu, bahkan kantor Stella McCartney juga menggunakan tenaga angin untuk operasionalnya, dan menggunakan teknologi teknologi terbarukan. Tak heran, produk dari Stella McCartney memiliki harga yang tak murah.

Semua toko, kantor, dan studio Stella McCartney di Inggris didukung oleh energi angin dan di luar negeri, mereka menggunakan energi terbarukan untuk memberi daya pada toko dan kantor mereka, belum lagi bahwa 45% dari operasi mereka dijalankan dengan 100% energi terbarukan dan hijau. Sama menariknya, dalam koleksi Stella McCartney, mereka menggunakan kapas organik sebanyak mungkin dan terus melakukan penelitian untuk menemukan bahan baru dan proses ekologis baru.

Gucci

Source : www.vogue.com
Dedikasi Gucci dalam fashion yang ramah lingkungan sudah dimulai sejak 2004. Pada 2010, Gucci mengubah kemasannya, memproduksinya secara eksklusif dari bahan daur ulang atau kertas yang disertifikasi oleh Forest Stewardship Council, yang 100% berkelanjutan dan dapat didaur ulang.

Gucci juga berlangganan moratorium dengan Greenpeace yang memastikan konsumen kulit mereka tidak berasal dari ternak yang dipelihara di bekas hutan hujan di Amazon dan pada tahun yang sama, mereka juga menentang praktik ramah lingkungan dari sandblasting. Gucci juga telah melarang bulu alami sejak 2018 dan bekerja sama dengan Panthera, sebuah organisasi nirlaba yang didedikasikan untuk perlindungan harimau.
baca juga

(X)S.M.L

Source : www.xsmlfashion.com
Brand (X)S.M.L merupakan brand lokal yang juga ramah lingkungan. Brand ini bekerjasama dengan Threadapeutic, kain perca limbah produksi didaur ulang untuk dijadikan tas. Tas tersebut akan dijual kembali dengan harga yang terjangkau. Menggunakan banyak warna dari kain perca juga akan memudahkan kamu dalam memadankan pakaian.

Levi's

Source : www.pinterest.com
Dari menanam kapas hingga pewarnaan dan finishing, dibutuhkan lebih dari 2.000 galon air hanya untuk membuat sepasang jeans. Levi's berfokus pada proses penyelesaian untuk menghilangkan air sebisa mungkin dengan koleksi Water<Less , yang katanya menggunakan air hingga 96% lebih sedikit untuk membuatnya. Dan karena Levi's adalah pemain besar di industri denim, langkah-langkah seperti ini benar-benar dapat berdampak.