Bisnis fashion diramalkan akan menjadi penyebab kedua polusi dunia setelah minyak bumi. Setiap pakaian yang kita gunakan memberikan dampak buruk terhadap lingkungan. Tahukah kamu produksi tekstil untuk membuat pakaian kita menggunakan bahan kimia agar memberikan warna dan tekstur yang diinginkan?

Limbah dari bahan kimia ini dapat menyebabkan kerusakan alam kita. Bukan hanya itu limbah pakaian kita yang sudah tidak terpakaian juga membutuhkan waktu cukup lama untuk menghancurkan satu pakaian. Dilansir dari CNN, berikut bahan fashion yang tidak ramah dan ramah lingkungan.

Bahan Fashion yang Tidak Ramah Lingkungan

1. Katun

1. Katun
source: https://id.pinterest.com/tilependant/

Kain katun menjadi bahan pakaian yang sering digunakan dalam dunia fashion. Bahannya yang lembut dan dingin menjadikan bahan ini favorite semua orang. Tapi tahukah kamu pembuatan bahan katun membutuhkan banyak air untuk digunakan. Bukan hanya itu pertanian kapas menggunakan bahan pestisida dan bahan kimia beracun yang meresap ke dalam bumi dan merusak persediaan air. 

Hasil penelitian Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga menunjukkan bahwa 20 ribu orang meninggal dunia karena kanker dan keguguran yang disebabkan oleh bahan kimia yang disemprotkan pada kapas.

baca juga

2. Poliester, Nilon, dan Akrilik

2. Poliester, Nilon, dan Akrilik
source: https://id.pinterest.com/iberrylook/

Poliester, nilon ataupun akrilik termasuk pada bahan pakaian sintesis. Bahan sintesis banyak digunakan karena hargannya lebih terjangkau daripada cotton, wol ataupun leather. Tapi produksi bahan sintesis menggunakan minyak. Bahan sistesis juga sulit untuk diuraikan secara alami. Bukan hanya itu penggunaan bahan sintesis dapat menyebabkan dampak buruk secara langsung kepada lingkungan. Hal ini dikarenakan setiap kali kita mencuci pakaian serat mikro akan terlepas dari pakaian. 

3. Wol, Kulit, dan Bulu

3. Wol, Kulit, dan Bulu
source: https://id.pinterest.com/web_inspo/

Bisnis fashion sering dikecam karena menggunakan pemburuan hewan langka untuk membuat fashion yang unik. Terdapat hampir satu miliar pembunuhan hewan setiap tahunnya yang dijadikan bahan untuk pakaian. Sehingga tak salah kalau penggunakan bahan pakaian wol, kulit dan bulu menyumbang 14,5% emisi gas rumah kaca.  

Bahan Fashion yang Ramah Lingkungan

baca juga

1. Kain Daur Ulang

1. Kain Daur Ulang
source: https://id.pinterest.com/englishhome63/

Pakaian yang dibuang ke dalam tong sampah akan menjadi limbah yang merusak lingkungan. Untuk itu penggunaan kain daur ulang perlu dilakukan untuk pengurangan limbah dan produksi kain tekstil. Untuk itu apabila kamu memiliki pakaian yang sudah kecil ataupun tidak bisa digunakan lagi kamu dapat mentransformasikannya menjadi pakaian yang baru ataupun menyumbangkannya untuk orang yang lebih membutuhkan. 

2. Serat Selulosa Buatan

2. Serat Selulosa Buatan
source: https://id.pinterest.com/bethgore/

Solusi dari penggantian bahan sintesis adalah bahan fashion dengan serat selolusa buatan. Serat selulosa sendiri didapat dari serat nabati yang diekstra dari tanaman sehingga dapat terurai secara alami. Produksi bahan selolusa juga dapat menggunakan air daur ulang sehingga mengurangi kebutuhan air dan lebih sedikit penggunaan bahan kimia. 

3. Serat Bast

3. Serat Bast
source: https://id.pinterest.com/saschasabater/

Sama halnya dengan serat selulosa, serat bast diambil dari tanaman. Tepatnya tanaman seperti rami dan jelatang. Produksi dari serat bast ini juga membutuhkan sedikit air, dan untuk penanaman rami dan jelatang juga lebih mudah dari kapas, tidak membutuhkan pestisida dan dapat tumbuh dimana saja. 

Sumber: www.cnnindonesia.com