1. Rag & Bone

thegoodtrade.com

Brand ini didirikan oleh Marcus Wainwright dan Nathan Bogle pada tahun 2002. Sayangnya, sekarang owner-nya hanya tinggal Marcus seorang. Rag & Bone merupakan sebuah brand kelas atas yang mempunyai komitmen untuk mendefinisikan kembali urban style yang tidak mengenal masa dan diproduksi secara lokal.

Rag & Bone juga sangat selektif memilih pabrik untuk memproduksi koleksi mereka. Pabrik yang unggul, bekerja dengan detil, dan menghargai waktu untuk proses produksi lah yang terpilih.

Brand yang dicintai para penikmatnya karena model mereka yang edgy, New York aesthetic dan humble British streetwear ini, awalnya hadir karena kecintaan terhadap pakaian kasual Amerika, yaitu jeans dan T-shirt.

Makanya, enggak heran kalau di tahun 2017, Rag & Bone bekerjasama dengan Blue Jeans Go Green dari Cotton Incorporated untuk meluncurkan program daur ulang denim, yang mendorong para pelanggan untuk membawa jeans lama mereka untuk didaur ulang. Setelah jeans disumbangkan, denim kemudian didaur ulang dan diubah menjadi peredam panas di rumah-rumah. Kreatif, ya?

2. Stella McCartney

thegoodtrade.com

Stella McCartney telah menghadirkan warna fashion yang berbeda dari awal sejak ia meluncurkan koleksi pertamanya pada awal tahun 90-an. Kemudian pada tahun 2014, Stella McCartney memperkenalkan Clevercare, yaitu sistem five-step labeling yang sederhana untuk membantu konsumen merawat dan mempertahankan usia pakaian mereka agar bertahan lebih lama melalui perawatan garmen yang penuh perhatian. 

Merupakan anggota dari Ethical Trading Initiative, brand ini juga sangat selektif dalam memilih supplier mereka. Biasanya Stella McCartney memilih supplier yang merupakan pengrajin usaha kecil di Eropa.

Kalau sedang tidak mendesain produknya sendiri, Stella McCartney sering juga bekerja sama dengan banyak LSM dan organisasi pelestarian lingkungan, termasuk Wildlife Works dan Parley for the Oceans.

baca juga

3. Mara Hoffman

thegoodtrade.com

Mara Hoffman mendirikan clothing line-nya pada tahun 2000, tepat setelah lulus dari Parsons School of Design. Brand ini menggunakan bahan-bahan yang dapat didaur ulang dan ramah lingkungan, seperti ECONYL® dan REPREVE® — serat nilon yang dibuat ulang yang terbuat dari limbah dan serat poliester yang terbuat dari plastik daur ulang, untuk pakaian renang mereka. Untuk koleksi siap pakai, Mara Hoffman menggunakan rami, serta katun organik, linen, ethical alpaca wool, dan bahan nabati berserat dari Lenzing Group.

Tidak hanya bahan untuk koleksi, bahkan untuk proses pengiriman, pengemasan, dan branding pun dilakukan dengan kepedulian terhadap lingkungan, yaitu menggunakan bahan dasar yang dapat didaur ulang untuk proses produksi yang bertanggung jawab. Ini, nih, yang namanya totalitas, Ladies.

4. Eileen Fisher

id.pinterest.com

Eileen Fisher bisa dibilang desainer mewah yang cukup unik. Bayangkan, dia niat untuk mengacaukan model produksi yang umum digunakan brand fashion mewah lainnya. Caranya? Dia memakai bahan kain daur ulang, kain fiber organik, dan pewarna alami untuk proses produksi koleksinya.

Eileen Fisher juga telah menciptakan kain khas: Silk Georgette Crepe yang merupakan jenis kain yang sudah disempurnakan dan nyaman untuk dipakai. Bahan ini juga menggunakan pewarna tekstil tanpa bahan kimia yang di produksi di satu-satunya dyhouse di dunia yang menghasilkan sutra bersertifikasi bluesign®

Kalau karya di atas belum cukup mencengangkan buatmu, mungkin fakta yang satu ini akan merubah pandangan kita. Eileen Fisher juga berkolaborasi dengan oraganisasi yang menginisiasi pelestarian lingkungan, mendukung para pengrajin, dan memberdayakan perempuan melalui Eileen Fisher Leadership Institute.

baca juga

5. DÔEN

id.pinterest.com

DÔEN adalah sebuah online boutique yang dikelola sekelompok wanita kreatif yang berbasis di Los Angeles, America Serikat. Mereka membangun konsep garmen mewah yang terinspirasi dari gaya fashion vintage California. Di setiap karya, mereka menyisipkan cerita dan penghargaan untuk wanita-wanita di dekade terakhir.

Toko ini didirikan oleh 2 kakak-beradik yang mempunyai komitmen untuk merancang dan memproduksi karya yang dapat dijadikan fashion wanita sehari-hari dengan konsep model yang tidak akan lekang oleh waktu. 

Selain berkomitmen dalam tren dan mode, DÔEN juga memiliki komitmen untuk memajukan produksi garmen dalam negeri. Kalau memang produk mereka harus diproduksi di luar negeri, DÔEN dengan sangat selektif dan cermat memilih pabrik yang akan memproduksi koleksi mereka, untuk memastikan pembayaran upah dan proses kerja yang adil. Selain itu, yang keren lagi dari DÔEN adalah banyak pakaian mereka yang dijahit tangan dan menggunakan kain bahan alami. 

Setiap tahunya DÔEN juga selalu merancang fashion khusus anak-anak yang hasil penjualannya disumbangkan 100% ke Room to Read, sebuah organisasi yang mempromosikan literasi dan kesetaraan gender.