Paes Manten

Paes Manten

Paes melambangkan rumah tangga yang akan dibangun oleh pengantin. Pembuatan paes memiliki proses yang cukup rumit dengan berbagai tahapan yang melambangkan tahapan kehidupan. Rumah tangga selalu terbuka dan dalam keterbukaan itulah perempuan memenuhi tempatnya sendiri dan melaksanakan perannya. Nah, di bawah ini beberapa tahapan-tahapan yang harus ada di dalam paes manten.
 

1. Dandanan Rambut

1.	Dandanan Rambut

Rambut dalam budaya Jawa adalah simbol pengetahuan seorang perempuan. Saat menjadi pengantin, rambut pengantin putri akan disanggul atau disebut gelungan. Makna dari gelungan ini adalah simbol penyatuan pengetahuan antara istri dan suami. 

Selanjutnya, perias pengantin akan membentuk cengkrongan di dahi pengantin putri yang berbentuk lima lidah melengkung dari atas ke dahi dan berujung di depan telinga. Cengkrongan ini yang menjadi inti dalam paes manten. Tidak ketinggalan perias juga akan menggambar godheg yang melengkung ke belakang di samping pipi. Bentuk itu mengingatkan bahwa manusia harus selalu tahu dari mana asalnya dan kemana dia pergi.

baca juga

2. Alis

2.	Alis

Bukan hanya remaja kekinian saja ladies yang memperhatikan bentuk alisnya sedetail mungkin. Pada rias pengantin Jawa alis tidak lepas dari perhatian. Bentuk alis biasa disebut menjangan ranggah atau tanduk rusa. Di pikiran orang Jawa, rusa adalah binatang feminis, elegan tetapi cerdik dan bisa membela diri hanya dengan tanduknya yang tajam.

Rusa semacam itu mampu menghadapi hidup dan menjadi sama berhasilnya dengan harimau yang merepresentasikan karakter yang lebih agresif sebagaimana yang dipresentasikan oleh laki-laki.

Motif tanduk rusa ini mengingatkan pengantin bahwa dia harus waspada, hati-hati dan bisa memecahkan masalah yang muncul dalam kehidupan berkeluarga secara rasional dan penuh kebijaksanaan tanpa menjadi agresif dan tetap sesuai dengan kodratnya sebagai perempuan.
 

3. Sumping

3.	Sumping

Sumping adalah hiasan di telinga yang biasanya banyak pula dipakai oleh penari di wayang orang. Sumping semacam itu juga dipasang di telinga pengantin perempuan. Bentuk sumping mirip dengan kuncup muda daun pepaya.

Daun pepaya dianggap sebagai sayuran di Jawa karena meski rasanya sangat pahit namun dapat berguna untuk melunakkan daging. Perempuan Jawa biasanya membungkus daging dengan daun pepaya sebelum memasaknya. Sumping memiliki bentuk mirip daun pepaya sebagai pengingat bahwa telinga harus selalu bisa mengurangi kepahitan yang terdengar dalam kehidupan sehari-hari.

baca juga

4. Bibir

4.	Bibir

Pada zaman dahulu, bibir pengantin perempuan dimerahkan dengan mengunyah buah jambe dan daun sirih. Saat ini cukup memilih lipstik berwarna merah terang. Merah di bibir tersebut mengingatkan perempuan bahwa ia harus berhati-hati dengan apa yang ia katakan karena dengan bibir kita bisa membuka aib dirinya sendiri maupun keluarganya.
 

 
Itu tadi makna dibalik rias pengantin Jawa. Tertarik untuk menggunakannya saat hari pernikahan nanti?