Kebakaran hutan yang terjadi di kawasan Riau dan Kalimantan mengakibatkan kabut asap yang pekat. Kabut asap tersebut sudah memenuhi seluruh kawasan kota, membatasi jarak pandang di jalan, dan sangat berisiko memberikan dampak buruk bagi kesehatan. Ini beberapa dampak buruk yang bisa diakibatkan oleh kabut asap!

Iritasi Tenggorokan

Iritasi Tenggorokan

Kabut asap yang secara terus-menerus terhirup akan menyebabkan iritasi tenggorokan. Gejala berupa batuk-batuk adalah kondisi awal yang menandakan bahwa tenggorokan sudah teriritasi. Jika paparan kabut asap terus berlangsung, maka iritasi tenggorokan yang terjadi bisa semakin parah dan berisiko memicu penyakit gangguan pernapasan yang semakin parah.

baca juga

Kesulitan Bernapas

Kesulitan Bernapas

Kesulitan bernapas adalah hal pertama yang akan dirasakan oleh orang yang tinggal di daerah dengan paparan kabut asap. Dalam jangka panjang, asap yang terhirup dan masuk ke paru-paru bisa memicu infeksi paru-paru, penyakit paru obstruksif kronis, hingga kanker paru-paru yang mematikan. 

Kondisi Penyakit Paru-paru Semakin Parah

Kondisi Penyakit Paru-paru Semakin Parah

Paparan kabut asap akan menyebabkan orang-orang dengan riwayat penyakit paru-paru menjadi semakin parah. Sebuah penelitian menyebutkan bahwa paparan kabut asap meningkatkan kedatangan pasien penderita asma dan penyakit paru obstruktif kronis secara signifikan.

baca juga

Membahayakan Jantung

Membahayakan Jantung

Kabut asap mengandung partikel-partikel berbahaya yang sangat kecil. Partikel kecil tersebut bisa dengan mudah memasuki aliran darah dan menyebabkan dampak buruk bagi kondisi pembuluh darah serta jantung. Paparan kabut asap yang berlangsung lama berisiko menimbulkan penyakit jantung koroner dan aterosklerosis, penyebab utama dari stroke dan serangan jantung yang mematikan. 

Mengiritasi Mata

Mengiritasi Mata

Tak hanya organ yang berhubungan dengan sistem pernapasan yang bisa terititasi oleh kabut asap. Organ lain seperti mata juga bisa terkena dampaknya. Mata yang terpapar kabut asap dalam waktu yang lama akan terasa gatal, perih, berair, dan merah. Untuk mencegah iritasi mata terjadi, gunakan obat tetes mata dengan kandungan yang aman.  

Meningkatkan Risiko Kanker Kulit

Meningkatkan Risiko Kanker Kulit

Kulit adalah organ terluar tubuh yang bisa secara langsung bersentuhan dengan beragam zat berbahaya, termasuk kabut asap. Jika kulit terpapar kabut asap dalam waktu yang lama, maka risiko terjadinya penyakit kanker kulit akan semakin tinggi. Untuk mencegah hal ini, gunakan tabir surya dengan SPF di atas 30 setiap akan beraktivitas di siang hari.

Menjadi Sumber Polutan

Menjadi Sumber Polutan

Tak hanya berdampak secara langsung bagi kesehatan, paparan kabut asap juga bisa menjadi polutan yang mencemari berbagai hal di lingkungan. Bahan polutan dari kabut asap yang terjatuh ke tanah bisa mengakibatkan kualitas air berkurang serta mencemari tanaman dan makanan yang tidak terlindungi.