Sebagian besar dari kamu mungkin tidak menolak jika terhidang jagung manis yang asapnya masih mengebul hangat karena baru diangkat dari panci rebus. Namun ternyata ada juga yang menghindarinya karena alasan klasik, apalagi kalau bukan takut gemuk. Tapi, benarkah jagung bisa menambah berat badan?

Kandungan dalam jagung yang bagus bagi tubuh

source: Pexels/Adonyi Gábor

Kepada majalah Health, Marisa Moore pakar nutrisi diet berlisensi asal Georgia, Amerika Serikat menjelaskan bahwa jagung termasuk makanan gandum utuh. Jadi, kamu bisa memasukkannya ke dalam daftar makanan diet.

Diet sehat setidaknya mendapatkan setengah asupan biji-bijiannya dari makanan gandum utuh. Karena itu, kalau kamu mau menggunakan jagung, gunakan setengah cup atau 90 gram jagung pipil. Kandungan dalam jagung juga meliputi vitamin C dan serat.

Penelitian Whole Grain Council juga menunjukkan bahwa jagung memiliki lebih banyak antioksidan daripada biji-bijian yang lain. Namun demikian, untuk mendapat segala kebaikan kandungan dalam jagung, perlu diperhatikan jagung seperti apa yang dimakan.

Kamu mungkin suka bubur jagung, tapi bubur jagung biasanya bukan makanan gandum utuh. Kamu mungkin pernah dengar tentang popcorn yang meski dimakan banyak-banyak tetap tidak membuat gendut, tapi kalau makanan camilan bioskop ini sudah mendapat banyak tambahan margarin dan mentega maka artinya popcorn juga bukan makanan gandum utuh. Kuncinya adalah keseimbangan dalam mengontrol porsi makanan.
 

baca juga

Kandungan dalam jagung yang tidak terlalu bagus untuk tubuh

source: newsonwellness.com

Moore menjelaskan lebih lanjut, jagung bikin gendut itu tidak sepenuhnya benar. Jagung yang merupakan makanan bertepung memang memiliki lebih banyak kandungan kalori jika dibandingkan dengan sayuran non tepung seperti bayam atau brokoli, tapi sekali lagi, semuanya tergantung pada keseimbangan porsi.

Olahan jagung yang sekiranya perlu diwaspadai yaitu sirup jagung tinggi fruktosa. Mengingat sirup jagung tinggi fruktosa merupakan pemanis buatan yang terbuat dari jagung yang diproses, kemungkinannya kurang baik bagi kamu yang menjalani diet.

Meskipun penelitian terbaru menyebutkan bahwa sirup jagung tinggi fruktosa tidak terlalu menambah berat badan seperti pemanis buatan lainnya, namun tetap disarankan untuk meminimalkan pemakaian gula dalam menu diet. Intinya, perlakukan sirup jagung tinggi fruktosa sama seperti pemanis lainnya.
 

Agar jagung sehat untuk diet

source: Pexels/Buenosia Carol

Sudah jelas jagung merupakan sayuran bertepung, yang mana memiliki indeks glikemik lebih tinggi. Indeks glikemik tinggi dapat menaikkan kadar gula darah. Karena itu, jagung tidak disarankan dikonsumsi terlalu sering ataupun berdampingan dengan makanan yang sudah mengandung karbohidrat tinggi. Meski demikian, bukan berarti jagung selamanya buruk.

Moore menyarankan untuk tetap memberi porsi jagung dan ragam sayuran lain untuk menu makan yang sehat. Misalnya untuk diet, pastikan kamu tidak memakannya dengan makanan lain yang sudah mengandung karbohidrat. Jadi, kalau lagi diet, jangan makan jagung berbarengan dengan nasi, ya.