Mitos Pernikahan Jilu (Siji Karo Telu)

Pantangan menikah adat Jawa yang pertama adalah pernikahan jilu atau disebut pernikahan siji karo telu (satu dan tiga). Pernikahan jilu adalah pernikahan antara anak pertama dengan anak ketiga, baik bagi pihak wanita maupun pria. Masyarakat Jawa percaya bahwa jika pernikahan ini tetap dilangsungkan maka akan mendatangkan sial bagi rumah tangganya kelak di kemudian hari. Entah mitos ini benar atau tidak, yang pasti kepercayaan ini sangat melekat dalam masyarakat Jawa.

Mitos Pernikahan Jilu (Siji Karo Telu)
source: https://www.instagram.com/heri.idea/

Pernikahan Siji Jejer Telu (Satu Berjajar Tiga)

Pernikahan siji jejer telu adalah jika pasangan yang akan menikah sama-sama anak pertama serta salah satu orang tua pasangan juga merupakan anak pertama. Sehingga, rumusan jika disusun dalam angka menjadi 111 (satu berjajar tiga).

Sebagian orang Jawa masih mempercayai jika hal ini dilanggar, maka rumah tangga pasangan enggak akan sejahtera. Terlepas apakah ini mitos atau fakta, yang pasti salah satu pantangan menikah adat Jawa ini sangat diyakini masyarakat.

Pernikahan Siji Jejer Telu (Satu Berjajar Tiga)
source: https://www.instagram.com/griyoreeas_salatiga/
baca juga

Mitos Menikah di Bulan Suro

Bulan Suro dalam penanggalan Jawa dianggap sebagai masa pantang untuk mengadakan acara pernikahan. Bulan ini dianggap sebagai bulan keramat yang bila dilanggar bisa mendatangkan malapetaka dan kesialan bagi pasangan yang menikah. Sebagian orang Jawa mengaitkan mitos ini dengan mitos Ratu Pantai Selatan atau Nyi Roro Kidul.

Konon, pada Bulan Suro, Sang Ratu tengah melangsungkan hajatan. Maka dari itu, apabila orang Jawa melangsungkan pernikahan di bulan itu, dikhawatirkan rumah tangga pasangan yang menikah akan mendapat gangguan dari Nyi Roro Kidul. 

Mitos Menikah di Bulan Suro

Rumah Berhadapan Dilarang Menikah

Pantangan menikah adat Jawa berikutnya adalah pernikahan yang rumah calon mempelai saling berhadapan. Para orangtua, khususnya di Jawa banyak yang masih percaya pada mitos larangan pernikahan ini loh. Entah apa yang mendasari mitos ini, namun sampai sekarang banyak orang Jawa yang percaya bahwa pernikahan dengan pasangan yang rumahnya berhadapan akan berantakan. Kalau kamu, percaya enggak? 

Rumah Berhadapan Dilarang Menikah
baca juga

Sisi Rumah Ngalor Ngulon Dilarang Menikah

Hampir sama dengan mitos sebelumnya yakni berhubungan dengan posisi rumah. Mitos kali ini meyakini bahwa apabila rumah calon mempelai mengarah ke barat laut atau ngalor ngulon maka sebaiknya dibatalkan. Belum ada alasan yang jelas terkait mitos ini, namun banyak masyarakat Jawa yang mempercayainya. 

Mitos ini juga tercantum dalam primbon Jawa yang menjadi pedoman hidup sehari-hari orang Jawa. Karena orang Jawa sangat percaya dengan tradisi primbon,mungkin saja mitos ini juga dipengaruhi oleh primbon tersebut. 

Sisi Rumah Ngalor Ngulon Dilarang Menikah

Larangan Menikah Bagi Pasangan Jawa-Sunda

Pantangan menikah antara mempelai dari Jawa dan Sunda sudah terkenal sejak dahulu. Sebagian masyarakat Jawa masih mempercayai mitos tersebut sehingga sejak jauh-jauh hari, orangtua suku Jawa selalu mewanti-wanti agar anaknya tidak menikah orang Sunda.

Mitos ini muncul akibat dari peristiwa Perang Bubat atau perang antara pasukan Kerajaan Majapahit dengan pasukan Kerajaan Pajajaran. Perang itu membuat orang Jawa dan orang Sunda enggak pernah bisa akur bahkan meski dengan cara pernikahan sekalipun.

Konon, jika hal ini dilanggar maka hidup kedua mempelai akan sengsara. Namun apakah itu benar atau enggak? Belum ada jawaban pastinya ya.

Larangan Menikah Bagi Pasangan Jawa-Sunda
source: https://www.instagram.com/bettysyah_/

Itu dia beberapa mitos pengantin Jawa yang melekat di masyarakat Jawa. Nah Ladies, apakah kamu mempercayai mitos-mitos tersebut?