Penghasilan Besar

Siapa sih yang nggak tergiur punya uang jajan besar, apalagi kerjaannya sangat fancy, kekinian dan "hanya" via sosial media. Ups! Apa iya cuma ‘mainan’ sosial media bisa dapat penghasilan besar? Semudah itu kah? Ternyata kamu salah Beautynesian. Untuk mendapatkan penghasilan besar, sebagai influencer kamu dituntut punya kreativitas, komitmen, kedisiplinan, profesionalitas dan personality yang mumpuni.

Nggak hanya pandai menghimpun followers dan engagement, kamu wajib berkreasi secara maksimal dan mampu ‘memengaruhi’ followers untuk tetap setia mengikuti semua aktivitas di sosial mediamu. Banyak brand hingga corporate yang melirik dan memakai jasa influencer sosial media untuk memasarkan produk mereka.

Penghasilan Besar

Dari sinilah penghasilan besar didapatkan para influencer. Gaji puluhan juta rupiah pun dianggap setimpal dengan tanggung jawab untuk mengomunikasikan pesan dari sebuah brand demi meningkatkan penjualan yang maksimal. Jadi, jangan dikira gampang untuk menjadi seorang influencer ya Beautynesian, diperlukan kerja keras dan konsistensi yang tinggi untuk mencapai hasil akhir yang besar. 

 

Bebas Office Hours dan ‘Jam Kerja’

Melihat tren digital marketing yang kian dinamis, nggak salah rasanya jika profesi influencer sudah layak disejajarkan dengan jabatan tinggi di sebuah perusahaan. Karena sama-sama bisa menghasilkan pemasukan besar meski dengan job desc yang berbeda. Satu lagi yang membedakan adalah soal jam kerja.

Seorang influencer tidak terikat office hour dan tidak bekerja di kantor. Tapi bukan berarti kerja influencer lebih ringan dan santai lho. Justru sebaliknya, meski terlihat fleksibel mereka harus ‘on’ setiap waktu untuk melihat pergerakan trend di sosial media dan berinteraksi dengan para pengikutnya. Hampir-hampir tidak ada privasi karena separuh kehidupannya harus ter-share di sosial media. Belum lagi jadwal untuk mengonseptualisasikan postingan foto, caption, syuting vlog, pemotretan, video editing dan lain-lain.

So, jadi influencer pun harus tetap memikirkan segala sesuatu secara detail agar hasilnya maksimal dan tetap dicintai followers-nya. Karena banyaknya persaingan, seorang influencer juga harus terus membuat kreasi baru dan membangun brand image sendiri yang membedakan dirinya dengan influencer lain.

Bebas Office Hours dan ‘Jam Kerja’


 

baca juga

Jadi Tenar dan Banyak Networking

Menjadi terkenal adalah ‘bonus’ dari seorang influencer. Dengan ribuan bahkan jutaan jumlah followers yang kamu miliki otomatis banyak brand yang akan melirik dan memakai jasamu sebagai endorser produk mereka. Dengan begitu, namamu makin ‘terangkat’ dan dikenal banyak orang.

Bahkan, nggak jarang para influencer turut diundang ke acara-acara bergengsi seperti gala dinner, gathering atau peluncuran sebuah produk baru yang diselenggarakan brand ternama. Dengan demikian, networking juga ikut terbangun dan berkembang.

Semakin luas networking yang terjaring, akan semakin luas pula kesempatan influencer untuk meningkatkan karir dan mendapat job. Wah, kalau sudah begini, double bonus dong. Tapi semua keuntungan ini nggak didapat hanya dengan semalam ya Beautynesian. Perlu ketekunan dan komitmen tinggi untuk meraihnya.

Coba lihat beberapa nama influencer terkenal seperti Awkarin, Arief Muhammad, Ria Ricis, Atha ‘Halilintar’, Dian Pelangi, Winny Putri Lubis, Jovi Adhiguna, Dewi Paramita, Ibrahim Risyad, Aulion, Reza Pahlevi, dan masih banyak lagi nama-nama influencer yang bisa menginspirasi kamu.

Jadi Tenar dan Banyak Networking


 

Endorsement dan Privilege

Bukan rahasia lagi jika influencer identik dengan produk endorse dan privilege yang menggoda. Tapi jangan pernah menjadikan hal ini sebagai motivasi untuk jadi influencer ya. Big No, No banget deh!

Mayoritas brand sangat mengenal karakter influencer yang hanya mengincar barang gratisan. Jangan harap kamu akan di-hire dan dipakai sebagai endorser kalau kamu terkenal sebagai freebie hunter (pengincar barang gratis) tanpa kualitas.

Syarat utama kamu bisa menjadi endorser atau brand ambassador dari sebuah brand adalah membuat konten se-kreatif mungkin untuk mengkomunikasikan pesan atau produk yang diinginkan brand tersebut. Bisa berupa kreasi foto atau video dengan kualitas gambar yang baik dan high quality. Jika kontenmu dianggap bisa memenuhi kualitas dan menyukseskan brand tersebut, sudah pasti banyak produk endorse yang akan kamu dapatkan.

Endorsement dan Privilege

Bentuk endorsement bisa bermacam-macam, contohnya beauty influencer, bisa dapat banyak produk kecantikan keren, travel influencer bisa mendapatkan tiket liburan gratis atau food influencer yang bisa dapat ‘hak istimewa’ untuk makan dan mencoba menu-menu baru di restoran ternama. Cool nggak tuh! Agar bisa jadi influencer yang punya ‘nilai plus’, kamu juga wajib menjaga nama baik pribadi dan brand yang kamu ‘pegang’. Ketika nama baikmu tercoreng, brand akan nge-black list kamu sebagai influencer dan bisa langsung memecatmu saat itu juga.

Sepertinya profesi influencer saat ini sudah layak dipertimbangkan dan diperjuangkan ya Beautynesian. Karena selain menjanjikan, buat kamu yang suka ber-eksplorasi diri di sosial media kayaknya bisa mulai belajar jadi influencer. Goodluck!