1. Keuangan

1. Keuangan
source: https://www.pexels.com
Pernikahan adalah ikatan yang menyatukan dua orang untuk hidup bersama. Dengan menikah, otomatis pengeluarkan kamu juga bertambah ya ladeis. Harus belanja kebutuhan dapur, kebutuhan rumah tangga lain, atau sekedar belanja untuk anak.

Nah, masalah keuangan ini biasanya muncul berupa tak cukupnya suami memenuhi kebutuhan, atau bahkan pengeluaran yang lebih besar dari penghasilan. Kalau sudah seperti ini ada baiknya untuk mengatur ulang prioritas keuangan kamu bersama pasangan. Bicarakan ini baik-baik agar konflik tak melebar kemana-mana.

2. Perbedaan Prisnip

2. Perbedaan Prisnip
source: https://www.pexels.com

Makna pernikahan sejatinya adalah saling menerima satu sama lain termasuk perbedaan prinsip. Jika semasa pacaran perbedaan ini tak terlalu terlihat, beda lagi saat sudah menikah ladies. Perbedaan ini akan terlihat jelas dan bisa memicu konflik antar kamu dan pasangan. Solusi terbaik adalah menurunkan ego masing-masing dan tak gengsi untuk menyesuaikan pandangan kamu dengan pasangan.

baca juga

3. Mertua

3. Mertua
source: https://www.instagram.com/kekalworks/

Pernikahan memang tak hanya menyatukan dua orang saja, namun juga dua keluarga. Sebagai pengantin baru terlebih yang tinggal bersama mertua, sosok orang tua ini bisa menjadi momok tersendiri yang memicu konflik, lho. Biasanya akan terjadi silang pendapat antara kamu dan mertua, atau juga ada beberapa peraturan yang diterapkannya kepada keluarga baru kamu. Kalau seperti ini, lebih baik mengalah dan mencoba tinggal terpisah ya, Ladies.

4. Hubungan Intim

4. Hubungan Intim
source: https://www.pexels.com

Setelah menikah tentulah sepasang suami istri melakukan hubungan intim atau seks. Nah, konflik juga kerap muncul dari sini ya, Ladies. Konflik yang terjadi misalnya ada ketidakpuasaan dalam berhubungan intim. Solusi terbaik adalah saling terbuka bila ada ketidaknyamanan dan mencari solusi bersama.

baca juga

5. Anak

5. Anak
source: https://www.pexels.com

Memiliki buah hati di sebuah pernikahan sudah sering disebut sebagai sumber bahagia. Tapi kehadiran anak juga bisa memicu konflik kamu dan pasangan. Misalnya cara mendidik anak, memilih pendidikan, memilih asupan nutrisi, dan lain sebagainya. Ada kalanya untuk urusan ini ego muncul, Ladies. Untuk solusi, lebih baik membuat kesepakatan bersama dengan matang mengenai pola asuh anak dan sebagainya sebelum anak itu tumbuh besar.

6. Kehadiran Pihak Lain

6. Kehadiran Pihak Lain

Konflik yang satu ini sih memang selalu muncul di semua hubungan ya, Ladies. Tapi hadirnya pihak lain seperti sanak saudara, adik ipar, bahkan teman dekat dalam sebuah rumah tangga bisa memicu pertengkaran besar, lho. Ada baiknya saat menyadari konflik mulai terjadi, kamu dan pasangan mencoba terbuka dengan perasaan kamu atas kehadiran mereka dihubungan kalian.

Nah itu dia enam konflik yang kerap terjadi setelah pernikahan. Yuk, Ladies hindari konflik di atas dan bangun komunikasi yang baik agar rumah tanggamu tetap harmonis.