Kehilangan Masa Muda

Kehilangan Masa Muda
source: https://www.kitamuda.id/inspirasi/kalau-kamu-menyukai-prinsip-lebih-baik-kehilangan-masa-muda-daripada-kehilangan-masa-depan-apa-dayaku-yang-cuma-tak-ingin-kehilangan-dua-duanya/7897/

Risiko menikah muda yang pertama adalah kehilangan masa muda. Masa muda pada umumnya dihabiskan dengan bersenang-senang bersama teman-teman, mengeksplor berbagai hal baru, menemukan jati diri, dan hal-hal seru lainnya yang harus dilalui seorang diri. 

Jika menikah muda, bukan berarti kamu tidak bisa menikmati masa muda, namun tentu caranya berbeda. Alih-alih hang out bersama teman-teman di akhir pekan, kamu mungkin harus mengunjungi rumah orang tua suami untuk silaturahmi. Bukannya menikmati sarapan yang dibuat ibunda, kamu justru harus bangun lebih pagi menyiapkan sarapan untuk suami. Siap dengan risiko seperti ini, Ladies?

Terpaksa bersikap dewasa

Terpaksa bersikap dewasa
source: https://www.hipwee.com/hubungan/7-tanda-cewekmu-sudah-matang-pemikirannya-genggam-dia-sampai-ke-pelaminan-ya/

Risiko kedua adalah kamu dipaksa bersikap dewasa. Anak muda wajar bila masih labil, karena masa muda memang waktu untuk mempelajari banyak hal, termasuk diri sendiri. Namun jika menikah muda, mau tidak mau kamu harus belajar untuk menjadi orang dewasa. Karena pernikahan sebenarnya diperuntukkan untuk orang-orang dewasa, bukan anak-anak yang masih butuh perlindungan orangtua.

Jadi, kamu harus selalu siap menghadapi berbagai permasalahan rumah tangga dengan bijaksana. Jika kondisi emosionalmu masih seperti anak-anak remaja pada umumnya, bahkan kerap lari dari masalah karena tidak tahu bagaimana caranya berdiskusi dengan pasangan untuk mencari jalan keluar permasalahan, lebih baik kamu berpikir ulang untuk menikah muda. Risikonya, kamu akan tersiksa karena kondisi pikiran yang masih labil.

baca juga

Belum siap

Belum siap
source: https://health.detik.com/ibu-dan-anak/d-3045605/4-kesalahan-orang-tua-yang-bikin-anak-tidak-mandiri

Risiko selanjutnya adalah belum siap, baik secara mental maupun finansial. Jika kamu masih belum mandiri, mengurus diri sendiri dan menghasilkan uang sendiri, sebaiknya tunda dulu keinginan menikah. Gambaran meminta uang kepada orangtua setelah menikah sama sekali tidak terlihat indah.

Ketika menikah, banyak pengeluaran yang harus kamu atur. Kamu tidak hanya harus memikirkan kebutuhan pribadi, namun juga suami. Otomatis, kondisi keuangan yang stabil diperlukan. Bila kamu memang belum siap, sebaiknya jangan paksakan untuk menikah muda. Karena hal tersebut hanya akan menyusahkanmu dan keluarga nantinya.

Melepaskan pendidikan dan karir

Melepaskan pendidikan dan karir
source: https://edukasi.kompas.com/read/2018/05/31/06470051/antara-karier-pendidikan-dan-dukungan-orangtua?page=all

Menikah muda juga berisiko meningkatkan angka putus sekolah dan kemiskinan akibat perampasan hak anak untuk meraih pendidikan dan berkembang, Hal Ini juga di ungkapkan oleh Yayasan Kesehatan Perempuan (YKP). Nah Ladies, apa kamu udah siap jika pendidikanmu putus di tengah jalan?

Memang sih, tidak menutup kemungkinan kamu bisa tetap menjalankan pendidikan meski menikah muda. Namun, kebanyakan perempuan akan memilih mengurus keluarga kecil mereka dibanding melanjutkan pendidikan.

Tidak hanya harus merelakan pendidikan, kamu juga harus rela kehilangan karier. Kamu mungkin tidak akan memiliki kesempatan untuk merasakan senangnya mendapat gaji pertama karena harus mengurus keluarga.

baca juga

Rentan terhadap perceraian

Rentan terhadap perceraian
source: https://bali.tribunnews.com/2018/05/25/5-zodiak-rentan-terhadap-perceraian-sagitarius-harus-lebih-sabar-dan-stop-ambil-keputusan-mendadak

Menikah muda bagi kamu yang sebetulnya belum siap sepenuhnya memiliki peluang cerai yang cukup besar. Semua orang tahu, tidak ada hubungan yang sempurna. Menikah membutuhkan kompromi dan saling pengertian. Jika kamu belum mampu untuk menghadapi segala perbedaan, sangat mungkin pernikahanmu akan berakhir dengan perceraian.

 

Resiko kesehatan

Resiko kesehatan
source: https://www.idntimes.com/health/fitness/viktor-yudha/beberapa-risiko-kesehatan-dari-pernikahan-dini-atau-di-bawah-umur

Satu lagi risiko menikah muda yang perlu kamu ketahui, yaitu kesehatan. Sistem reproduksi remaja belum sepenuhnya matang, sehingga bila sudah menikah dan terjadi hubungan intim, hal tersebut dapat mengakibatkan risiko kelahira bayi prematur. Angka kematian ibu dan bayi bagi remaja yang menikah muda juga masih cukup tinggi. Apakah kamu siap menghadapi risiko ini?

Sebaiknya, pertimbangkan dengan matang keputusanmu untuk menikah muda ya, Ladies. Pikirkan juga tentang berbagai risiko di atas. Semoga bermanfaat!