Gadis cilik itu duduk dibangku kayu kecil, di sudut ruangan penuh dengan mesin jahit. Memandang kain putih yang tengah dibatik oleh seorang perempuan berhijab. Pakaiannya nyentrik, dibalut vest batik kecoklatan yang dia desain. Rambut hitamnya tergerai. Wajahnya polos, seperti anak-anak lain diusia 9 tahun.

Dia tampak penuh semangat, memberi arahan sambil bercerita “Batik ini aku yang desain. Ceritanya gambar ayam yang sedang mengomel dan ini ayam yang ingin terjun,” tuturnya. Ceritanya bebas. Layaknya imajinasi anak-anak seusianya. Tapi imajinasi itu, membawanya dikenal sampai ke mancanegara.
 

[Hari Anak Nasional] Imajinasi Desainer Cilik Ajaib yang Menginspirasi

Di mulai sejak usianya 2 tahun. Jari mungilnya sudah lincah memainkan spidol untuk menggambar di selembar kertas. Gambar itu berubah seiring usianya bertambah. Ya, menjadi sebuah sketsa perempuan dengan desain busana cantik. Kala itu, umurnya 5 tahun. Ibundanya, Inawati sadar betul putri kecilnya memiliki bakat. Berbekal kemampuan dan pelatihan khusus, akhirnya pada 2017 karya sang anak dipamerkan di panggung fashion Moskow, Rusia. Dia membawa tiga rancangannya pada pertunjukan “Payung Indonesia di Yogyakarta”. Pertunjukannya sukses. Kesempatan lain terbuka lebar. Akeyla Naraya Alyandina mendapat kesempatan untuk tampil di negara lain.
 

[Hari Anak Nasional] Imajinasi Desainer Cilik Ajaib yang Menginspirasi

Lebanon, jadi negara berikutnya. Putri pasangan Rahmat Raharja dan Inawati ini mendapat kehormatan fashion show membawakan batik khas kotanya, Bekasi. Ada dua ajang bergengsi kala itu, Diplomat Spouses Association of Lebanon di Hotel Pheneucia Beirut dan Event Indonesia Days di Antonin University of Beirut dalam ajang kontes busana Internasional, pada 2-4 Desember 2018.

Gadis cilik kelahiran 4 Februari 2010 ini membawa konsep perdamaian. Baju yang dipamerkan dikenakan pengungsi Suriah. Musiknya pun dimainkan oleh maritim Tanah Air. Menjadi satu-satunya desainer cilik yang tampil, Akeyla juga melewati banyak tahapan akurasi.

baca juga
[Hari Anak Nasional] Imajinasi Desainer Cilik Ajaib yang Menginspirasi

“Akeyla itu diakurasi oleh APPMI tapi umurnya tidak masuk karena minimal 18 tahun. Namun panitia juga bilang, mungkin banyak di luar sana anak bisa menggambar, tapi yang tahu konsep dan tema itu Akeyla,” tutur sang bunda.

Ya, Akeyla memang bukan sekadar mendesain. Setiap fashion shownya, dia selalu menyiapkan konsep. Mulai dari bahan yang dipakai, musik, sampai makeup yang dipoles di wajah para model. Sang ibunda pun mengakui tak bisa ikut campur banyak. Akeyla punya pemahaman sendiri bagi desainnya

[Hari Anak Nasional] Imajinasi Desainer Cilik Ajaib yang Menginspirasi

Karya-karyanya tak berhenti sampai di situ. Pada 28 Juli nanti, Akeyla akan kembali berangkat ke Moskow dengan hasil tangannya yang tidak kalah memukau. Lagi-lagi konsepnya menarik. Membawa unsur kebudayaan Indonesia lewat penari Lenggang, khas Bekasi. Akeyla tetap menjadi desainer cilik satu-satunya yang akan tampil.

“Konsepnya batik tulis. Aku bikin desain, teman-temanku (anak difabel) yang bantu untuk membatik. Karya mereka juga akan dibawa ke sana,” katanya.

baca juga
[Hari Anak Nasional] Imajinasi Desainer Cilik Ajaib yang Menginspirasi

Tak sampai di situ, anak kelima dari lima bersaudara ini juga akan memamerkan karyanya di Festival Payung, Prambanan pada Agustus mendatang. Masih banyak event fashion yang akan dimeriahkan oleh desainer cilik ini. Satu lagi yang membuat hati ibunda bergetar, Akeyla terpilih menjadi nominasi inspirator anak dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

“Sudah menjadi nominator saja saya sudah bangga. Ini skala tinggi. Saya yakin ini bukan pemilihan sembarangan. Mereka sudah memantau sepak terjang Akeyla selama 1 tahun,” kembali Ibundanya bergantian cerita.

“Buah Jatuh Tak Jauh dari Pohon”

Kamu pasti tak asing dengan pribahasa ‘buah jatuh tak jauh dari pohonnya’. Rupanya, bakat Akeyla menurun dari sang ibunda. Sejak kecil Akeyla sudah sering melihat ibundanya mendesain. Ibunda Ina memiliki bisnis produksi busana muslim. “Ibu aku itu sebenarnya produksi baju muslim. Sudah lama. Kakak aku juga pandai menggambar animasi,” cerita Akeyla.
Sama seperti anak-anak, Akeyla juga pernah sesekali merasa bosan. Bahkan ide sempat mampet. Namun dia punya cara tersendiri untuk mengembalikan semangat membuat desain busana cantik, baik untuk anak seusianya ataupun dewasa.

“Buah Jatuh Tak Jauh dari Pohon”

“Mungkin ini lucu atau aneh. Aku biasanya kalau enggak ada ide aku bangun lalu taruh semua peralatan desain. Aku berdiri. Aku mondar-mandir sana-sini. Ngomong ke diri aku sendiri. Habis itu, muncul idenya,” cerita Akeyla sambil tertawa.

Inspirasi lain datangnya saat dia berwisata ke museum. Gadis cilik ini senang ke museum. Tempat bersejarah, yang mungkin sebagian anak-anak enggan memasukinya. Pelan-pelan dia belajar. Dia sangat tertarik dengan sejarah. Bahkan filosofi batik dipelajarinya dengan mendalam. “Aku suka tentang sejarah. Museum aku suka banget ke sana. Kalau ke luar negeri cari museum. Inspirasinya dari sejarah.”
 

Bantu Anak Difabel

Akeyla tak hanya sekadar berkarya. Dia membagikan ilmu dan memberikan semangat kepada anak-anak lainnya. “Belajar Bareng Akeyla”. Bersama ibunda, dia membuka kelas workshop desain untuk yang ingin belajar. Kali ini, ada di salah satu mal di Bekasi. Ada 10 orang yang tergabung. Bahkan sesekali, dia melakukan roadshow di beberapa kota, seperti Brebes, Cirebon, Yogyakarta, Bogor dan Bandung.


“Ini ada yang dari Riau. Dia mau belajar langsung bareng Akeyla, walaupun dia juga menjadi penyemangat. Ada orang lain juga yang mengajar. Biasanya 10 hari, di sini. Dari awal sampai mereka bisa bikin konsep atau moodboard,” kata Ibunda Inawati menjelaskan.

Bantu Anak Difabel


Gadis cantik ini juga memberikan inspirasi kepada anak-anak difabel yang pandai membatik. Hasil batiknya akan dikolaborasikan oleh sang ibunda menjadi sebuah karya Akeyla dan mereka. Karya ini juga yang akan dibawa saat fashion show di Moskow.

“Kebetulan beberapa kali mereka bikin event di Inacraft dan lainnya. Tapi mereka enggak ada yang menampung. Sedangkan keahlian hanya membantik. Jadi saya kolaborasikan, kebetulan Akeyla juga menggambar batik. Jadi bermanfaat bagi mereka,” jelasnya lagi.
 

Bantu Anak Difabel

Dari Keyla untuk Kamu yang Punya Bermimpi


Akeyla sama seperti anak lainnya. Dia punya mimpi dan cita-cita setinggi langit. Dia ingin belajar desain sampai ke Paris. Perjalanannya masih panjang. Namun di usia yang muda, Akeyla sudah mampu memberikan inspirasi kepada banyak orang untuk terus berkarya.
Dari Keyla untuk Kamu yang Punya Bermimpi

Di Hari Anak Nasional ini, Akeyla memberi pelajaran banyak hal tentang cita-cita dan mimpi bagi anak-anak seusianya. Namun untuk kamu Beautynesian, tak ada kata terlambat untuk memberikan inspirasi dimulai dari hal kecil. Tak lupa untuk meraih mimpi setinggi langit.

“Jangan pernah berhenti membuat mimpi dan wujudkan mimpi jadi nyata.  Jangan pernah berpikir kita tidak mampu. Karena nanti mimpinya tidak akan terwujud. Kalau kita tetap belajar, mimpi itu akan terwujud,” tutup Akeyla.