1. Lingkungan Rusak

Tahukah kamu kalau produksi daging dan unggas dapat merusak lingkungan? Semua berawal dari pestisida yang dipakai untuk menanam, pupuk kandang yang mengalir ke saluran air, hingga pupuk yang dapat melepaskan gas rumah kaca. Semua itu dapat mencemari sungai, danau, dan yang paling parah, lautan. Bagaimana jika limbah tersebut tersebar hingga ke danau atau pantai favoritmu?

1. Lingkungan Rusak
source: http://www.rmolsumsel.com/read/2016/06/30/53583/Ekosistem-Danau-Ranau-Terancam-Rusak-

2. Perubahan Iklim

Pernah merasakan perut kembung? Nyatanya perut kembung termasuk sebagai kontributor yang signifikan terhadap perubahan iklim, karena bersendawa berkontribusi lebih besar terhadap perubahan iklim yang ada. Jika kamu mendukung industri daging, sama saja kamu mendukung perubahan iklim. Cukup mengejutkan, ya? Jadi salah satu cara untuk kamu dapat memerangi perubahan iklim adalah dengan mengurangi konsumsi daging.

2. Perubahan Iklim
source: https://id.pinterest.com/pin/613896992933307228/
baca juga

3. Keadilan untuk Lingkungan

Jika kamu tidak dapat menjauhi industri daging, kamu sendiri lah yang sebenarnya paling terkena dampaknya, ladies. Bayangkan jika sebuah pabrik peternakan mengalami kebanjiran, itu merupakan lingkungan minoritas yang diambil alih oleh limpasan tanah yang mencakup kotoran ternak, pupuk, dan puing-puing lainnya.Mau merasakannya?

3. Keadilan untuk Lingkungan
source: https://www.boombastis.com/desa-paling-bersih/61003

4. Resistansi Terhadap Obat

Berkumpulnya hewan di peternakan pabrik dapat meningkatkan kemungkinan bahwa hewan-hewan itu sakit. Para peternak biasanya mencoba untuk memecahkan masalah dengan memberi dosis antibiotik pada hewan yang sehat secara rutin. Namun, tahukah kamu bahwa hal itu mengarah pada 'super-antibakteri yang kebal antibiotik'? Hal itu dapat mengurangi efektivitas obat-obatan yang dapat menyelamatkan jiwa bagi manusia, lho. Menyeramkan, ya?

4. Resistansi Terhadap Obat
source: http://spiritia.or.id/artikel/detail/14
baca juga

5. Kesehatan

Ladies, hormon yang diberikan pada hewan yang diproduksi dalam lingkungan konvensional dapat meningkatkan kemungkinan kanker! Apalagi daging merah dan olahan telah dikaitkan dengan berbagai penyakit yang bisa dibilang kronis. Sebaliknya, diet nabati diklaim dapat membantu mengurangi risiko kanker dan menurunkan insiden penyakit jantung.

Terdapat satu penelitian yang menunjukkan vegetarian lebih kecil kemungkinannya meninggal karena penyakit jantung. Jadi, apa kamu siap menjadi vegetarian?

5. Kesehatan
source: https://hellosehat.com/hidup-sehat/tips-sehat/masalah-kesehatan-wanita-muda/

6. Keberlanjutan

Mengurangi konsumsi daging akan sangat bermanfaat bagi lingkungan. Mengapa? Sumber protein hog berasal dari hewan. Ia menggunakan tanah yang tertutup rumput dengan cara yang tidak efisien, dan jumlah air yang luar biasa, hanya untuk pemula. Jadi bisa bayangkan, Ladies? 

6. Keberlanjutan
source: https://id.pinterest.com/pin/524106475382622143/

7. Biaya

Biaya daging turun, saat permintaan itu naik. Namun, diet daging lebih mudah dilakukan jika kamu menggantinya dengan protein dan kacang-kacangan. Tentu harga itu lebih murah daripada daging dan unggas, bukan?

7. Biaya
source: https://id.pinterest.com/pin/303641199876509871/

Jika kamu belum siap untuk menjadi vegetarian sepenuhnya, pastikan saja kamu mengurangi porsi daging yang biasa kamu makan ya, Ladies! Lakukan secara bertahap dan pelan-pelan. Semoga bermanfaat!