Apa Itu Ekstraksi?

Barangkali ada yang belum tahu, proses ekstraksi adalah prosedur yang lazim dilakukan saat facial di klinik kecantikan. Tujuannya, untuk mengeluarkan jerawat dan komedo yang ada pada wajah. Proses ini biasanya dilakukan dengan bantuan profesional yang berpengalaman.

source: beyoutifulmag.com

Terkait prosedurnya, biasa ditunjang alat khusus, tetapi kadang pada kondisi tertentu ada juga yang menggunakan tangan untuk membersihkan pori-pori yang tersumbat. Apa yang keluar biasanya ada dua macam, yaitu bola minyak yang mengeras seperti biji wijen atau tumpukan kotoran dari minyak, polusi, dan makeup yang cenderung bertekstur lembut seperti cairan.

Apakah Ekstraksi Facial Menimbulkan Efek Samping?

Jawabannya, bisa iya. Jika dilakukan dengan benar, kamu memang akan mendapatkan wajah yang lebih bersih dan terawat. Tapi jika dilakukan dengan cara yang tidak tepat (apalagi kalau dilakukan sendiri tanpa bantuan dokter atau ahli profesional), proses ekstraksi justru akan menghasilkan trauma pada kulit dan menimbulkan luka yang membuat pori-pori terlihat lebih besar.

source: mdsun.com

Misalnya, terjadi salah pencet ke arah yang tidak benar atau terlalu kuat dalam memencet, maka kotoran yang mengisi pori-pori justru terdorong ke dalam alih-alih keluar. Belum lagi kalau tempat yang sama dipencet berulang-ulang, hal ini malah akan menyebabkan peradangan.

Untuk pemilik kulit kering, facial biasanya baik dilakukan sekali dalam sebulan. Sementara untuk kulit berminyak, bisa dua kali sebulan. Jangan lupa pastikan kulitmu mendapat perawatan dari tangan yang tepat. Klinik kecantikan yang recommended di antaranya Surface Skin Habit di Setiabudi Two dan Cilandak Town Square.

baca juga

Lalu, Apa Saja yang Mungkin Menyebabkan Pori-pori Membesar?

source: marieclaire.com

Setidaknya lima faktor inilah yang paling banyak bertanggungjawab dalam membuat pori-pori membesar.

  1. Kulit berminyak: karena ketika kelebihan minyak, sel-sel kulit mati dan kotoran berkumpul di pori-pori, kulit membengkak dan pori-pori terlihat lebih besar dari biasanya.
  2. Proses penuaan alami: karena seiring dengan proses penuaan kulit jadi kehilangan elastisitasnya, yang mana dapat membuat pori-pori terlihat lebih besar.
  3. Gender: secara biologis, pria umumnya memiliki pori-pori yang lebih besar daripada wanita. Namun demikian, perubahan hormon seperti kehamilan, menstruasi, dan pubertas dapat meningkatkan penampilan pori-pori besar pada wanita.
  4. Paparan sinar matahari: jika berlebihan bisa membuat pori-pori tampak besar karena terjadinya penebalan kulit; berkurangnya kadar kolagen, elastin, dan kadar air di kulit; serta menyusutnya jaringan bawah kulit yang mana meregangkan tepi pori-pori sehingga melebar dan tampak lebih besar.
  5. Genetik: faktor keturunan, yang artinya mungkin kamu mewarisi pori-pori yang besar dari keluarga. Termasuk keturunan jenis kulit tebal atau berminyak yang menyebabkan pori-pori terlihat besar.
youtube:fmHVPyXqBUs
source: https://www.youtube.com/watch?v=fmHVPyXqBUs
Cara Hilangkan Bulu Ketiak Tanpa Waxing - Beautynesia Beauty Tips