Telah Menutup 200 Toko di Inggris



Kabar penutupan gerai Topshop di Amerika menambah deretan gerai Topshop yang ditutup dalam tiga tahun terakhir. Sebelumnya di Inggris, sang perusahaan induk telah menutup lebih dari 200 toko dari label yang dinaunginya. Ke-200 gerai ini termasuk 23 gerai Topshop dan ratusan gerai lain di bawah naungan Arcadia Group seperti gerai Miss Selfridge, Burton, Evans, Dorothy Perkins, dan Wallis.

Hampir Bangkrut, Topshop Tutup Semua Gerai di Amerika
source: https://businessoffashion.com/

Kalah Saing dengan Retailer Online



Dilansir dari BBC, banyak ahli retail yang berpendapat bahwa Topshop kini kurang diminati oleh kaum millenial. Hal ini karena anak muda lebih cenderung melirik retailer online seperti Asos dan Pretty Little Thing sehingga eksistensi retail berbasis gerai mulai tergeser. Arcadia Group sendiri juga mengakui bahwa peralihan pola belanja konsumen menjadi serba digital membuat bisnis ritel miliknya sulit bersaing dengan para retailer berbasis online.

Hampir Bangkrut, Topshop Tutup Semua Gerai di Amerika
source: https://pexels.com/

Namun tak hanya itu yang membuat bisnis ritel Topshop menjadi lesu. Pada akhir 2018, Topshop pernah diboikot ramai-ramai oleh konsumennya akibat isu pelecehan seksual, perilaku rasisme dan bullying yang menyeret nama ketua Arcadia Group, Sir Philip Green. Kontroversi ini turut membuat penyanyi Beyonce menarik clothing line miliknya, Ivy Park, dari ritel Topshop. Hal ini semakin membuat angka penjualan Topshop kian menurun. 

baca juga

Berfokus pada Pengembangan Penjualan secara Online



Setelah melakukan penutupan gerai secara besar-besaran, Arcadia Group menyatakan akan lebih fokus melakukan pengembangan digital serta pemasaran dan penjualan secara online. Dengan demikian, diharapkan label yang berada di bawah naungannya, Topshop, akan dapat bertahan menghadapi tantangan di era digital. 

Hampir Bangkrut, Topshop Tutup Semua Gerai di Amerika
source: https://topshop.com/