Kulit pada Bagian Intim Jadi Sulit Bernapas

Efek buruk penggunaan pantyliner secara terus menerus adalah sulitnya kulit pada organ intim wanita untuk bernapas dengan bebas. Hal ini disebabkan strip perekat pada pantyliner yang umumnya berbahan plastik. Akibatnya kulit menjadi terlalu lembab dan dapat memicu bahaya lainnya.

Kulit pada Bagian Intim Jadi Sulit Bernapas

Risiko Iritasi

Masih berhubungan dengan bahaya yang pertama, kesulitan kulit dalam bernapas membawa risiko terjadinya iritasi. Kulit akan cenderung menjadi lembap dan kesat, menimbulkan pergesekan antar kulit yang mungkin saja menimbulkan luka. Apalagi jika digunakan oleh kamu yang aktif bergerak dan berkeringat. Duh, jangan sampai, ya!

Risiko Iritasi
baca juga

Keputihan Bertambah Parah

Awalnya ingin mengatasi keputihan, tapi siapa sangka menggunakan pantyliner setiap hari justru dapat membuatnya semakin parah. Lembabnya daerah kewanitaan membuat jamur dan bakteri akan berkembang biak dengan subur, termasuk jamur dan bakteri penyebab keputihan. Lebih dari itu, bakteri yang tumbuh justru bisa menyebabkan infeksi, lho.

Keputihan Bertambah Parah

Iritasi Kulit karena Bahan Kimia

Dirancang dengan fungsi tertentu secara modern, pantyliner tentu memiliki kandungan bahan kimia. Salah satu contoh bahan kimia yang dimaksud adalah zat pemutif dan pewangi. Nah, jika setiap waktu vagina harus terpapar bahan kimia, bukan tidak mungkin akan timbul beberapa gangguan. Salah satunya adalah iritasi kulit yang dapat memicu bahaya-bahaya lainnya.

Iritasi Kulit karena Bahan Kimia
baca juga

Menyebabkan Alergi

Selain menyebabkan iritasi, bahan kimia yang terdapat pada pantyliner juga bisa saja menyebabkan alergi. Wanita yang tidak cocok dengan bahan kimia tertentu akan merasakan efek buruk setelah penggunaan pantyliner secara berlebihan. Jadi, lebih baik jangan terlalu sering menggunakan pantyliner, ya. Jika memang sangat dibutuhkan, gantilah pantyliner-mu minimal 4 kali sehari.

Menyebabkan Alergi