Parents Awareness

Kesadaran orang tua mengenai tumbuh kembang anaknya sangatlah penting. Orang tua perlu tahu lingkungan pergaulan anak-anak mereka. Orang tua juga harus mengawasi penggunaan gawai dan aplikasi-aplikasi apa saja yang ada pada gawai anak-anak. Mengawasi bukan berarti mengekang mereka, karena apabila dikekang mereka justru bisa memberontak dan berakibat negatif. Selain itu perlu mengetahui tanda-tanda anak mengalami bullying seperti:

  1. Perubahan sikap dan cara bicara anak
  2. Perubahan pola makan anak
  3. Anak yang mengeluh sakit kepala atau perut
  4. Barang-barang anak yang rusak atau sering hilang
  5. Luka yang muncul pada badan anak
  6. Anak yang tiba-tiba menangis atau sering mengurung diri di kamar
Parents Awareness
source: https://elcomercio.pe/

Ladies, jika kamu seorang ibu muda dan buah hati mengalami hal di atas, kalian perlu melakukan pendakatan secara perlahan dan tanyakan bagaimana kegiatan sekolah mereka. Setelah itu secara perlahan tanyakan apa yang sebenarnya terjadi dan bangun kedekatan emosional dengan anak.

Institusi Pendidikan Harus Memberikan Edukasi Self Development

Self development yang dimaksudkan di sini termasuk di dalamnya bagaimana para murid diajarkan dasar-dasar mengelola emosi. Jika dilihat dari kasus Audrey, sang pelaku melakukan kekerasan dengan alasan hubungan asmara dalam komentar sosial media, saling sindir dan berakhir dengan kekerasan di dunia nyata.

Institusi Pendidikan Harus Memberikan Edukasi Self Development
source: https://www.hartpury.org.uk/

Bisa dilihat sebenarnya pelaku dalam keadaan marah dan mengambil keputusan yang gegabah. Pada masa di umur pelaku memang masa dimana remaja sedang berusaha mencari jati diri. Di sini sangatlah penting edukasi mengenai pengembangan diri dari pihak sekolah.

Peran sekolah dan para pengajar menjadi sangat penting karena dalam satu hari kurang lebih 6-7 jam mereka habiskan di sekolah. Di sekolahlah anak-anak ini banyak melakukan interaksi dan tentunya mempelajari banyak hal. Memberikan edukasi tentang self development adalah suatu hal yang baik untuk tumbuh kembang para siswa.
 

baca juga

Berani Bersuara

Jika kalian adalah pihak korban yang dibully, kalian tidak perlu takut atau minder. Kalian harus tahu adalah banyak sekali orang yang peduli sama kalian, banyak orang yang akan membela kalian. Kalian tidak perlu takut akan ancaman-ancaman dari orang yang membully kalian, kalau kalian takut justru mereka akan makin senang. Beberapa hal yang bisa kalian lakukan adalah:

Berani Bersuara
source: https://www.techexplorist.com/
  1. Berani melawan untuk pertahanan. Tunjukkan pada mereka bahwa kalian adalah seorang yang kuat, kalian tidak lemah. Tapi ingat, jangan balas dengan kekerasan.
  2. Berani berbagi. Jangan takut untuk menceritakan apa yang telah kalian alami. Kalian bisa menceritakannya pada orang yang kalian percaya atau pada orang yang memang sudah ahli, atau pada orang yang bekewajiban untuk menangani kasus seperti ini. Kalau di sekolah kalian bisa meminta pendapat pada guru BP.
  3. Laporkan perbuatan pelaku pada pihak yang berwajib, kalian jangan takut.
  4. Kalian harus tetap percaya diri.

Percayalah bahwa kalian tidak sendiri dan banyak orang yang mendukung kalian.

 

Sadar Perlindungan Hukum

Sadar Perlindungan Hukum
source: https://www.hukumonline.com/

Penting bagi kita untuk sadar akan peran hukum di negara ini. Untuk kasus bullying ada beberapa pasal pendukung seperti Pasal 80 UU 35/2014:

  1. Setiap Orang yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76C, dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun 6 (enam) bulan dan/atau denda paling banyak Rp72.000.000,00 (tujuh puluh dua juta rupiah).
  2. Dalam hal Anak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) luka berat, maka pelaku dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp100.000.000,00 (seratus juta rupiah).
  3. Dalam hal Anak sebagaimana dimaksud pada ayat (2) mati, maka pelaku dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan/atau denda paling banyak Rp3.000.000.000,00 (tiga miliar rupiah).
  4. Pidana ditambah sepertiga dari ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ayat (2), dan ayat (3) apabila yang melakukan penganiayaan tersebut Orang Tuanya.
Pasal 76C UU 35/2014:
Setiap Orang dilarang menempatkan, membiarkan, melakukan, menyuruh melakukan, atau turut serta melakukan Kekerasan terhadap Anak.

Pasal 54 UU 35/2014:
  1. Anak di dalam dan di lingkungan satuan pendidikan wajib mendapatkan perlindungan dari tindak kekerasan fisik, psikis, kejahatan seksual, dan kejahatan lainnya yang dilakukan oleh pendidik, tenaga kependidikan, sesama peserta didik, dan/atau pihak lain.
  2. Perlindungan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh pendidik, tenaga kependidikan, aparat pemerintah, dan/atau Masyarakat.
Jadi sekali lagi kalian tidak perlu takut. Selain dari hukum, banyak lembaga perlindungan anak di Indonesia seperti Komnas Perlindungan anak, UNICEF Indonesia, dan beberapa NGO yang berfokus pada isu perlindungan anak. Stay strong, you are not alone.