Efek negatif ini, berasal dari bahan-bahan yang ada dalam suntik putih itu sendiri. Komposisinya sendiri terdiri dari Glutathione, Vitamin C, dan Kolagen.

Bahan-bahan tersebut sebenarnya tidak berbahaya bagi tubuh. Hanya saja, penggunaannya dalam suntik putih kerap melebih dosis yang wajar. Karena itu, perlu untuk mengenali efek sampingnya. Yuk, kenali bahaya suntik putih berikut ini, sebelum melakukannya. 

Sebelum Putuskan Suntik Putih, Ketahui Dulu Efek Sampingnya di Sini!
source: https://www.pinterest.com/

1. Efek Samping Kolagen

Pasti banyak yang mempertanyakan suntik putih bertahan berapa lama? Jawabannya memang, bertahan relatif lama. Tapi tahu kah kalian, suntik putih bisa menyebabkan efek samping kolagen, berupa alergi kulit dan nekrosis kulit, yaitu kondisi di mana sel kulit akan mati karena tidak mendaoat suplai darah yang memadai. 

baca juga

2. Efek Samping Glutathione

Efek samping dari bahan ini bisa terjadi pada mereka yang rentan atau sensitif. Mereka bisa terkena alergi anafilaksis, yaitu alergi berat tiba-tiba yang bentuknya sesak di dada, sulit bernapas, ruam di kulit, gatal hingga bengkak pada kulit. Bisa juga terkena kondisi yang disebut Lyell's Syndrome, atau kondisi kesehatan yang disebabkan oleh reaksi alergi terhadap obat-obatan. 
 

2. Efek Samping Glutathione
source: https://www.pinterest.com/

3. Efek Samping Vitamin C

Asupan vitamin C yang berlebih dapat berakibat gangguan fungsi hati dan ginjal. Bisa juga berakibat ketidakseimbangan hormon bahkan bisa juga berhujung menopause dini. 

Selain efek samping di atas, masih banyak lagi beberapa efek samping lainnya, seperti peningkatan resiko kanker kulit, hingga gangguan saluran pencernaan. Efek samping ini, belum termasuk efek samping di luar penggunaan dosis berlebih ya. Misalkan saja efek samping dari hiegenis penyuntikan. Jika tidak sesuai prosedur, dan tidak hiegienis bisa berakibat peningkatan risiko HIV dan Hepatitis C. 

Karena itu, Ladies, jika masih ingin tetap melakukan suntik putih, pastikan kalian melakukannya setelah konsultasi dengan dokter ya!