Menikah hampir menjadi tujuan setiap orang. Sedihnya di Indonesia sendiri ketika seorang wanita telah berusia 25 tahun atau terlihat sudah lulus kuliah, pertanyaan kapan menikah ada di urutan pertama. Nggak usah peduli omongan orang. Menikah nggak seperti pacaran yang bisa bilang putus kapan aja.  Perhatikan beberapa hal berikut sebelum kamu memutuskan menikah di usia muda.

1. Kemampuan Mengelola Emosi 

Namanya pernikahan, yang diharapkan setiap orang adalah langgeng hingga hayat memisahkan. Untuk mencapai hal tersebut bukan nggak mungkin, tapi nggak mudah. Kamu dan pasangan harus bisa menjadi pribadi yang mampu mengelola emosi dan ego masing-masing demi tetap menjadi satu. Sedangkan usia muda, secara emosi kamu masih labil. Emosi mudah meletup-letup. Dibanding menginginkan menikah hanya untuk mengejar status, mending lakukan hal lain seperti bahagiain ortu, travelling atau mengejar mimpi.
Beberapa Hal yang Perlu Kamu Tahu Sebelum Memutuskan Menikah Muda
source: https://www.instagram.com/rachelvennya/

2. Kesiapan Mental untuk Menyandang Gelar Ibu

Setelah menikah kemungkinan untuk hamil dan melahirkan buah hati selalu ada. Atau bisa jadi hal tersebut adalah sesuatu yang sangat kamu harapkan. Tapi, menjadi seorang ibu enggaklah mudah. Seorang ibu harus bisa mengalah, ia harus bisa menjadi teladan, ngomong pun nggak bisa sembarangan di depan anak karena mereka adalah peniru ulung. Selain itu, dari sisi fisik, tubuhmu harus siap dengan jam tidur yang kurang, kamu akan menjadi lebih banyak begadang terlebih saat si baby sakit. Saat nggak enak badan kamu pun nggak bisa leluasa beristirahat.

2. Kesiapan Mental untuk Menyandang Gelar Ibu
source: https://www.instagram.com/natasharizkynew/
baca juga

3. Kesiapan Finansial

Nggak hanya memikirkan dirimu sendiri. Saat menikah terlebih telah memiliki anak, kamu dan pasangan harus siap dari segi finansial. Menabung untuk dana pendidikan anak, keperluan sehari-hari, susu atau multivitamin penunjang, biaya fasilitas kesehatan seperti imunisasi, membayar kontrak atau renovasi rumah, uang untuk salam tempel kala hari raya dan yang nggak kalah penting adalah uang sumbangan atas pernikahan teman, khitan ponakan dll mengingat kamu dan pasangan sudah dipandang cukup dewasa. Setelah menikah seharusnya kamu dan pasangan harus bisa ‘menanggung’ semua kebutuhan sendiri. Malu kan kalau masih minta ibu?

3. Kesiapan Finansial
source: https://www.instagram.com/ichasoebandono/

4. Kamu Harus Bisa Bersikap Dewasa

Kamu harus bisa bersikap dewasa serta lapang dada apabila keinginanmu tidak terpenuhi. Misalnya, kamu ingin menghabiskan weekend ini dengan nonton sampai larut bersama teman-temanmu, menjelajah gunung karena saat kuliah kamu anggota pecinta alam yang hobi bertualang dan lain sebagainya. Semua tergantung pada komunikasi dan bagaimana karakter partner-mu tetapi yang harus kamu ingat, saat menikah kamu tidak akan bisa sepenuhnya memegang kendali atas keputusanmu. Kalau misal kamu mendapat partner yang mengerti akan hobimu bisa jadi ‘larangan’ justru datang dari dalam dirimu, misalnya seperti saat sudah memiliki anak. Suamimu mengijinkan untuk tetap berkarir tapi adakalanya naluri keibuan membuatmu ingin membersamai anak sepenuh waktu.

4. Kamu Harus Bisa Bersikap Dewasa
source: https://www.instagram.com/fandych/

Menikah bukan sebuah niat buruk tetapi sebuah keputusan yang harus dilandasi niat yang kuat. Kalau cuma halu ingin seperti teman-teman, mungkin dengan mudah kamu mengucapkan kata, bhay! Mending kamu baca  aneka tips pernikahan dulu deh agar memiliki gambaran tentng pernikahan.