1. Tidak Berhenti Membandingkan Kehidupan di Media Sosial

Media sosial mendistorsi realitas keseharian kita. Yang lebih parah adalah bermain di media sosial membuat hidup seperti kompetisi dan tidak bisa berhenti membandingkan kehidupan kita dengan orang lain. Padahal, apa yang kita lihat di media sosial tidak menggambarkan kehidupan seseorang seutuhnya. Seringkali, mereka hanya membagikan hal yang indah saja. Karena, tujuan media sosial dibuat untuk menarik perhatian orang lewat unggahan kita. Tapi kalau media sosial mulai mempengaruh kepercayaan diri kamu, bahkan hingga menimbulkan kecemasan dan depresi artinya kamu harus mulai detoks sosial media

1. Tidak Berhenti Membandingkan Kehidupan di Media Sosial

2. Hidup Di Dunia Nyata

Kecanduan media sosial adalah salah satu hal yang lumrah di zaman serba digital ini. Bahkan tanpa sadar, mereka menarik diri dari lingkungannya. Hidup seatap, tapi justru merasa jauh dengan keluarga sendiri karena terlalu sibuk dengan gawai masing-masing. Dengan kata lain, mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat. Padahal pada dasarnya manusia itu makhluk sosial yang harus bersosialisasi baik secara online maupun offline. Nah, kalau kamu merasa jauh dari keluarga karena gawai, atau malah diprotes karena kecanduanmu ini, berati waktunya kamu untuk melakukan detoks media sosial.

 

2. Hidup Di Dunia Nyata
baca juga

3. Terlalu Banyak Membuang Waktu

Disadari atau tidak, bermain media sosial membuat kita terlalu banyak membuang waktu percuma. Terlepas dari manfaat media sosial yang dapat memberikan informasi terbaru tentang sesuatu, tapi terkadang kita terlalu lama menghabiskan waktu untuk scrolling media sosial sampai berjam-jam. Padahal, waktu tersebut bisa dipergunakan untuk olahraga, bersih-bersih rumah, membaca buku atau hal produktif lainnya yang bermanfaat.

3. Terlalu Banyak Membuang Waktu

4. Melewatkan Momen

Hayo ngaku, kalian pasti suka melewatkan momen demi kepentingan konten media sosial Instagram? Waktu jalan-jalan atau hangout bareng sahabat, bukannya menikmati waktu malah sibuk selfie dan mencari spot foto bagus buat diunggah di media sosial. Walaupun bisa saja tujuannya untuk mendokumentasikan momen penting, tapi kebiasaan ini malah bikin momen itu kurang berharga dan kurang memorable. Kalau sudah begitu, mending detoks media sosial deh biar bisa lebih menikmati momen.

 

4. Melewatkan Momen
baca juga

5. Fear of Missing Out

Keberadaan media sosial di satu sisi memang memberikan jutaan informasi setiap harinya. Namun, dampak media sosial lainnya adalah karena sudah menjadi kebiasaan, muncul perasaan ketinggalan zaman saat tidak membuka media sosial. Yang lebih membahayakan adalah munculnya perasaan gelisah dan khawatir atau fear of missing out (FOMO).

5. Fear of Missing Out

Nah, itu lima alasan kenapa kamu harus melakukan detox media sosial ya Beautynesian. Bermain media sosial memang tidak salah, asal jangan berlebihan dan kamu mampu membatasi waktunya.