1. Kreativitas dan Cerita Film


Seperti yang sering ditemui dalam kasus ini, film Indonesia kebanyakan memilih untuk bermain aman. Para sineas film Indonesia masih banyak yang terjebak pasar dan akhirnya memilih ide cerita serta genre film yang akan banyak ditonton oleh masyarakat saja. Hal ini tentunya menghambat kreativitas para sineas Indonesia untuk membuat film yang beda dari yang lain. Seperti misalnya pada era tahun 2000-an, setelah kesuksesan yang diraih salah satu film horor Terowongan Kasablanka pada tahun 2007, film horor sempat merajai bioskop Indonesia. Beberapa diantaranya bahkan hanya mengandalkan scene-scene dewasa yang bukan untuk konsumsi penonton di bawah umur. 

1. Kreativitas dan Cerita Film
source: https://asunow.asu.edu

Hal ini tentunya berbeda dengan film luar negeri. Meski banyak juga yang mendapatkan rating rendah, namun kebanyakan film luar negeri yang meledak di pasar Internasional memiliki plot cerita yang unik, sarat pesan moral, serta tidak digarap asal-asalan. 

 

2. Teknologi


Kalau kamu jeli dan sering menonton film Indonesia, kamu akan menyadari bahwa jarang sekali film Indonesia yang menyertakan efek atau teknologi tertentu karena cenderung main aman dan mengikuti selera pasar, baik efek animasi, visual maupun suara. Beda banget sama film-film luar negeri yang saat ini sangat mengandalkan visual efek bahkan untuk film drama sekalipun.

2. Teknologi
source: https://www.hindustantimes.com



 

baca juga

3. Modal


Tentunya, penggunaan teknologi efek seperti film-film luar negeri haruslah disertai dengan budget atau modal yang tidak sedikit. Inilah kendala yang sering dialami oleh film-film Indonesia. Kebanyakan film Indonesia digarap dengan modal yang sedikit dan tidak mencukupi untuk menambahkan efek visual yang bagus. Jikalaupun ingin membuatnya jadi secakep film-film luar negeri, produksi dipastikan tidak akan secepat produksi film-film yang akan laku di pasaran. 
3. Modal
source: http://robertvbinder.com

Para pembuat film di luar negeri juga tidak sembarangan saat memasukkan efek ke dalam film, lho! Mereka membangun set sendiri dengan green screen di sekelilingnya. Tidak hanya itu, kebanyakan para aktor dan aktris yang berakting di suatu film yang dibangun dengan teknologi CGI harus memakai sebuah kostum khusus untuk merubah bentuk tubuh mereka dalam film. 

 

3. Modal
source: https://www.wired.com/



 

baca juga

4. Dukungan Pemerintah


Hal yang satu ini jangan dianggap remeh. Percaya atau tidak, dukungan pemerintah adalah hal penting yang harus terus dibangun agar film Indonesia semakin membaik. Bukan dalam arti pemerintah harus mendanai produksi film-film Indonesia, melainkan lebih mampu mengontrol masuknya film luar negeri ke bioskop Indonesia. Setidaknya, hal tersebut mampu membuat film Indonesia bangkit dan berkualitas lebih baik. 



 

5. Promosi


Film sama dengan sebuah produk dagang yang membutuhkan promosi. Hal inilah yang hingga saat ini masih kurang dilakukan oleh para pembuat film Indonesia. Hanya segelintir film yang melakukan promosi besar-besaran, seperti AADC 2, Dilan, Pengabdi Setan, Wiro Sableng,Posesif, Filosofi Kopi, dan lain-lain. Padahal banyak sekali film-film Indonesia yang berkualitas bagus namun karena kurangnya promosi film tersebut tidak mampu menarik minat banyak penonton. 
5. Promosi
source: http://jogja.tribunnews.com