Takoyaki

Street food ini mungkin sudah nggak asing bagi para pembaca. Rasanya yang gurih membuat takoyaki terkenal di berbagai negara, termasuk di Indonesia. Takoyaki yang berarti "gurita goreng" terbuat dari adonan dengan gurita, daun bawang, jahe, dan remah-remah tempura yang dipanggang dalam cetakan khusus dari besi. Saat hendak disajikan, takoyaki akan ditaburi daun bawang, katsuobushi, mayones dan saus takoyaki. Street food ini terasa gurih dan enak dimakan selagi hangat. Kalau kamu penasaran dengan takoyaki yang otentik, sebaiknya kamu berkunjung ke Osaka, tempat kelahiran takoyaki.

source: http://www.buro247.sg/lifestyle/travel/a-concierge-recommends-24-hours-in-osaka.html


 

baca juga

Okonomiyaki

Masih dari Osaka, street food khas Jepang ini paling tepat disebut sebagai martabak khas Jepang. Bedanya, okonomiyaki tak digoreng, melainkan dipanggang menggunakan wajan panggangan. Bahan utamanya adalah tepung terigu, telur dan kubis, namun tak menutup kemungkinan untuk tambahan sayur dan daging. Okonomiyaki akan disajikan dengan nori, acar jahe, mayones, dan saus okonomiyaki. 

Kalau kamu berkunjung ke Osaka, maka okonomiyaki akan dimasak dengan cara menuang adonan di atas pemanggang. Sementara kalau kamu ke Hiroshima, maka adonan akan dimasak terpisah dari isian okonomiyaki, sebelum disajikan di atas yakisoba.

source: http://www.thatfoodcray.com/osaka-cray-list-of-5-must-eat-foods-in-osaka-japan/


 

Dango

Sekilas, street food khas Jepang ini nampak seperti cilok yang disajikan di tusuk sate. Bedanya, bola-bola dango terbuat dari tepung ketan yang direbus dengan air hingga kenyal. Dalam beberapa variasi, dango juga bisa dipanggang hingga berwarna coklat keemasan. Sausnya pun beragam, dari manis hingga asin. Coba cicipi mitarashi dango yang dipanggang kemudian diberi saus manis-asin.

source: http://muza-chan.net/japan/index.php/blog/popular-japanese-food-mitarashi-dango


 

baca juga

Yakitori

Jangan sampai kamu mengurungkan niat untuk mencoba yakitori karena berpikir ini hanyalah sate ayam biasa. Selain ukurannya lebih besar dari sate ayam di Indonesia, yakitori nggak diberi saus kacang, melainkan diberi saus yakitori yang asin. Umumnya yakitori dibuat dari daging paha ayam atau bahkan sayap ayam, sehingga rasanya lembut dan gurih.

Variasi yakitori ada cukup banyak, misalnya menggunakan kulit ayam atau jeroan seperti hati dan usus ayam. Beberapa street food yang terinspirasi dari yakitori adalah tsukune yang menggunakan bakso ayam dengan bahan dasar daging ayam cincang, telur, sayur dan rempah, atau negima di mana potongan daging ayam diselingi dengan daun bawang.

source: http://thegirlandglobe.com/thrifty-tokyo-tips-to-visit-japan-on-the-cheap/