Di Indonesia, kanker payudara lebih sering diderita oleh kaum perempuan. Sayangnya, hingga kini, penyebab kanker payudara pun masih belum pasti. Seseorang yang tidak memiliki faktor risiko kanker payudara pun bisa jadi mengalaminya. Hormon, gaya hidup dan lingkungan dituding sebagai faktor utama yang dapat meningkatkan risiko payudara. Padahal, ada beberapa faktor lain yang mempengaruhi pertumbuhan sel kanker payudara. Misalnya, sebagai berikut:
 
source: http://www.sheknows.com/beauty-and-style/articles/1006179/bra-sense-why-wearing-the-right-bra-matters


 

Menopause

Pada usia menopause, sekitar usia 50-70 tahun, perempuan rentan beresiko mengalami kanker payudara. Presentase kemungkinannya antara 8 dari 10 perempuan yang mengalami hal tersebut. 
 

baca juga

Riwayat Keluarga 

Jika salah satu kerabat mengalami kanker payudara atau kanker ovarium, bisa jadi kamu memiliki risiko tinggi untuk terkena penyakit tersebut. Faktor keturunan dapat menurunkan gen seperti BRCA 1 dan BRCA 2 yang diketahui dapat meningkatkan resiko kanker payudara dan kanker ovarium. Sehingga, jika ada orang terdekat seperti ibu atau saudara perempuan yang mengalami kanker payudara di usia kurang dari 50 tahun, risiko kanker tersebut akan semakin besar untuk diturunkan.
 

Benjolan Jinak pada Payudara

Meski tidak dapat dinyatakan sebagai faktor yang benar-benar memengaruhi timbulnya kanker payudara, akan tetapi beberapa tipe benjolan jinak sangat mungkin untuk meningkatkan resiko perkembangan kanker payudara.
 

baca juga

Pubertas

Hormon oestrogen yang dihasilkan saat perempuan mengalami pubertas sesekali dapat memengaruhi pertumbuhan sel kanker payudara. Risiko paparan hormon estrogen akan semakin tinggi jika seseorang mengalami pubertas yang terlalu cepat dan terlambat menopause.

Obesitas 

Perempuan yang telah mengalami masa menopause dan mengalami obesitas memiliki risiko lebih tinggi terhadap kanker payudara. Sebab, obesitas pada masa tersebut dapat memicu produksi hormon oestrogen lebih banyak.
 

Alkohol

Konsumsi alkohol yang berlebihan juga dapat memicu peningkatan kanker payudara. Menurut hasil survei, setidaknya tiap 200 perempuan yang mengonsumi 2 minuman beralkohol setiap harinya, 3 diantaranya terkena kanker payudara.
 

Radiasi
 Terapi radiasi medis seperti X-ray atau CT scan berpotensi memicu sel kanker payudara. Juga, radioterapi untuk menjinakkan limpoma Hodgkin, yang memiliki potensi tinggi untuk menyebabkan hal tersebut.  Apalagi, jika terapi radiasi medis tersebut pernah dilakukan saat masih kecil. 
 

Pil Kontrasepsi
Penelitian terkini telah menemukan bahwa perempuan yang menggunakan pil kontrasepsi setidaknya dapat meningkatkan resiko meningkatkan kanker payudara meskipun hanya sedikit. Resiko tersebut memang akan berkurang setelah berhenti mengkonsumi pil kontrasepsi. Akan tetapi, sel kanker payudara akan muncul kembali 10 tahun setelahnya.
 

Maka dari itu, sebelum terlambat, ada baiknya melakukan SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) untuk mendeteksi adanya gejala kanker payudara sejak dini. Saat yang paling tepat untuk memeriksa payudara adalah hari ke 5-7 setelah menstruasi, ketika organ cantikmu tidak mengeras, membesar ataupun nyeri.

Kenali gejala kanker payudara berikut ini : 

  • Terdapat warna kemerahan di sekitar daerah payudara 
  • Adanya perubahan pada ukuran, bentuk maupun tampilan payudara 
  • Saat diraba, terasa bejolan yang membengkak dan terasa berbeda di sekeliling jaringan payudara 
  • Pengelupasan kulit di sekitar aerola atau di sekitar kulit dada 
  • Keluar cairan putih kekuningan atau hingga mengeluarkan darah
Yuk, deteksi kanker payudara sejak dini!