Red Raspberry Seed Oil (SPF 28-40)

Minyak yang dihasilkan dari biji buah raspberry merah ini merupakan minyak yang paling tinggi kandungan SPF, yaitu antara 38-50 SPF. Red raspberry seed oil sangat sensitif terhadap proses oksidasi, oleh sebab itu minyak ini tidak boleh terkena sinar matahari secara langsung. Minimal harus diletakkan pada suhu ruang di bawah 66ーF atau sekitar 19ーC (di lemari es tidak masalah).
source: http://www.hipposweatspf.com/ingredients/
Pemakaiannya harus dilarutkan dengan minyak pembawa yang lain yang tidak rentan terhadap oksidasi. Campuran itu tidak boleh mengandung red raspberry seed oil melebihi 20% untuk menghindari aroma yang tidak sedap.
source: http://www.e-health101.com/2014/06/natural-oils-spf-safe-tanning/

Carrot Seed Oil (SPF 38-40)

Minyak biji wortel dikenal sebagai antioksidan yang baik untuk kulit. Selain mencegah kerusakan kulit dari sinar UV, minyak biji wortel juga banyak mengandung vitamin E yang sangat baik untuk kulit.
source: http://www.stylecraze.com/articles/amazing-benefits-of-carrot-seed-oil-for-health-and-beauty/
Carrot seed oil tidak harus diaplikasikan langsung pada kulit. Meskipun dilarutkan sebanyak 2% dari minyak pembawa yang lain, minyak ini masih memiliki peringkat SPF yang sangat tinggi.
source: http://www.naturaltherapypages.com.au/article/carrier_oils_and_spf

Wheatgerm Oil (SPF 20)

Pada urutan ketiga adalah wheatgerm oil atau minyak yang diambil dari kuman pada biji gandum. Memiliki manfaat yang sama seperti carrot seed oil, wheatgerm oil juga memiliki kandungan antioksidan yang efektif melindungi kulit akibat radikal bebas. Namun berbeda dengan carrot seed oil dan red raspberry seed oil, wheatgerm oil bisa diaplikasikan langsung pada kulit tanpa perlu khawatir adanya iritasi.
source: http://www.wheat-germ-oil.com/FAQ/How-Do-You-Store-Wheat-Germ-Oil.html
Ketika diaplikasikan pada kulit, wheatgerm oil menyembuhkan dan melembabkan kulit. Minyak ini juga meredakan peradangan serta mengurangi rasa gatal pada kulit akibat sinar matahari, kondisi kulit kering, dan iritasi kulit.
source: http://www.mommy-care.com/#!wheat-germ-oil/c1vd8

Avocado Oil (SPF 4-15)

Alpukat merupakan buah yang mudah ditemukan di negara tropis seperti di Indonesia, namun untuk avocado oil lebih dikenal diproduksi oleh Meksiko. Meskipun minyak alpukat tergolong edible, produksi minyak alpukat lebih difungsikan untuk kosmetik karena minyak ini dikenal memiliki daya serap yang cepat untuk kulit. Sama seperti minyak-minyak yang sebelumnya, avocado oil juga mengandung vitamin E yang tinggi.
source: http://jeanetteshealthyliving.com/2010/11/festive-clementine-avocado-salad-recipe.html
Kandungan lemak dari alpukat mampu meredakan kerusakan kulit dan peradangan akibat paparan sinar UVB. Aplikasi topikal dari senyawa Polyhidroxylated ini juga mampu memperbaiki kerusakan DNA pada kulit, sehingga sangat penting untuk mencegah kanker kulit yang disebabkan oleh paparan sinar matahari dan penuaan dini.
source: http://www.annmariegianni.com/avocado-oil-your-new-favorite-moisturizer/

Soybean Oil (SPF 10)

Soybean oil atau minyak biji kedelai merupakan minyak nabati yang harganya cukup terjangkau dibanding minyak sebelumnya. Memiliki manfaat yang sama yaitu melembabkan dan membantu memperbaiki kulit yang rusak akibat sengatan sinar matahari. Tidak seperti avocado oil, meskipun sama-sama memiliki daya serap yang cukup baik pada kulit, soybean oil lebih banyak diproduksi untuk makanan. Karena aman untuk dikonsumsi secara langsung, biasanya minyak pembawa jenis seperti ini bisa diaplikasikan langsung pada kulit.
source: http://www.yuwangcn.com/html/en/html/products/soyprotein/soybeanoil/2012/1210/14.html
Salah satu manfaat besar dari minyak kedelai yang diketahui adalah minyak yang sangat baik untuk melindungi kulit melawan sinar UV yang membahayakan. Minyak ini juga dianggap efektif merawat kulit yang rusak akibat terbakar sinar matahari.
source: http://www.simplyskin.eu/soybean_oil.html
Sebagai tambahan, fungsi SPF bukan untuk mengukur seberapa besar lotion oil bisa menahan sinar UV, melainkan berapa lama waktu SPF bisa menahan sinar UV. Banyak perempuan Indonesia yang masih beranggapan bahwa SPF adalah besarnya daya untuk menahan sinar UV, padahal semua SPF sama saja, yang membedakan adalah lama SPF itu bekerja di kulit. Indonesia sendiri cukup menggunakan SPF 15 untuk aktivitas selama 2 jam di bawah sinar matahari. Untuk itu, jangan lupa menggunakan SPFmu, ya!