Makanan Rendah Lemak


 

Makanan dengan label rendah lemak merupakan makanan yang dibuat dengan megurangi kadar lemak yang lalu diikuti dengan pengurangan penggunaan bahan perasa pada makanan. Untuk itu, para konsumen biasanya akan menambahkan cita rasa makanan rendah lemak dengan menambahkan gula atau garam. Faktanya, para peneliti dan ahli gizi memaparkan bahwa orang akan cenderung lebih banyak makan ketika mereka mengetahui bahwa makanan yang mereka konsumsi merupakan makanan rendah lemak. So, that is why makanan rendah lemak kurang sehat dan efektif untuk dikonsumsi ketika kamu sedang melakukan diet. 

Daripada mengonsumsi makanan rendah lemak, lebih baik kamu mengonsumsi makanan yang mengandung lemak sehat, seperti misalnya buah alpukat. Kamu bisa membuat alpukat menjadi dipping sauce dan mencampurkannya dengan biskuit polos. Dengan demikian, kamu bisa tetap mengonsumsi makanan yang lezat sekaligus menyehatkan dan tidak bikin gemuk.

 

Snack yang Mengandung Serat


 

Serat memang merupakan zat yang sangat penting untuk tubuh terutama pencernaan. Namun, apa yang menjadikan snack yang mengandung serat menjadi tidak efektif untuk diet kamu adalah fakta bahwa sebenarnya satu bar snack (sekitar 25 gram) yang kamu konsumsi setiap hari sama sekali useless dan tidak memberikan dampak yang besar untuk diet kamu. Ahli gizi menyebutkan bahwa snack yang mengandung serat hanya akan menjadi efektif untuk tubuh jika dikonsumsi secara konstan atau berturut-turut selama seharian.

Untuk itu, daripada mengonsumsi snack yang mengandung serat, para ahli gizi menyarankan untuk lebih baik mengonsumsi sumber serat alami, yaitu buah dan sayuran. Kamu bisa menggunakan buah dan sayuran sebagai penyeimbang gizi harian kamu selain makanan berat yang kamu konsumsi tiga kali dalam sehari.

 

Jus


 

Pasti kamu heran kenapa jus masuk ke dalam daftar makanan yang kurang efektif untuk mendukung dietmu. Padahal, jus buah atau sayuran kan mengandung vitamin dan mineral juga serat yang baik untuk tubuh. Ternyata tidak lho Beautynesian!

Untuk membuat satu gelas jus, dibutuhkan air yang banyak dari buah. Sebagai contoh, untuk membuat satu gelas jus jeruk, dibutuhkan enam buah jeruk untuk diambil airnya. Padahal, ketika kamu mengonsumsi jus jeruk tersebut, kamu telah kehilangan serat alami buah jeruk tersebut. Ditambah lagi, kandungan fruktosa (gula alami) pada buah bisa menstimulasi tubuh kamu untuk makan lebih banyak. Seperti yang diungkapkan oleh Melissa Rifkin, seorang ahli diet dan nutrisi di Montefiore Medical Center in New York: 

"Fructose, the natural fruit sugar that makes fruit and fruit juice taste sweet, tricks your body into gaining weight by blunting your body's ability to recognize when it's full. This makes you eat more, and increases your risk of developing insulin resistance and diabetes."
source: http://www.cosmopolitan.com/health-fitness/advice/a37635/foods-you-should-never-eat-if-youre-trying-to-lose-weight/


Maka dari itu, beliau menyarankan bagi mereka yang sedang melakukan diet untuk lebih baik mengonsumsi air putih daripada jus. Selain menyehatkan pencernaan, air putih juga mampu mengurangi kadar lemak pada bagian-bagian tubuh yang kelebihan lemak. Konsumsilah air putih sebanyak-banyaknya dalam satu hari, maka dietmu pun tidak akan sia-sia.