Lush kosmetik asal Inggris punya konsep menarik. Dibuat handmade dengan bahan-bahan segar dari alam, Lush membuat kosmetik seperti makanan yang lezat dan menyehatkan.

Sejarah

Lush berawal dari persahabatan Liz Weir dan Mark Constantine. Mereka bekerja di salon kecantikan, hingga keduanya memutuskan membuka salon sendiri bernama "Herbal Hair and Beauty Clinic". Mark membaca artikel tentang Anita Roddick, pendiri The Body Shop, karena merasa memiliki kesamaan visi dengan bisnis yang dirintis, Mark menawarkan diri untuk menjadi supplier dari The Body Shop. Bisnis berjalan, Anita tidak hanya membutuhkan Liz dan Mark sebagai supplier tapi juga meracik formula kosmetik. Sukses bekerjasama dengan The Body Shop, Liz dan Mark menambah partner kerjasama. Bergabunglah beberapa klien Liz di salon, menjadi mitra bisnis. Hubungan Liz dan Mark dengan Anita Roddick tidak berjalan harmonis, saat formula yang diberikan pada The Body Shop juga dimiliki oleh perusahaan kecantikan lain. Anita juga mendapat masukan bahwa Liz dan Mark terlalu mempengaruhi bisnis The Body Shop. Akhirnya ditahun 1995, Liz, Mark dan mitra bisnis mereka membuat Lush.

Arti Lush

Sebelum nama Lush muncul, perusahaan ini sempat bernama "Cosmetic House" Tapi, nama ini kurang mengena untuk para pendiri. Hingga akhirnya mereka membuat sayembara bagi para konsumennya untuk memberi nama perusahaan ini. Elizabeth Bennet, konsumen asal Glasgow, memenangkan kompetisi ini.
Lush artinya menjadi segar, hijau dan wanita mabuk. Tiga kata kunci ini menggambarkan seperti apa orang-orang yang ada dalam perusahaan ini dan apa yang mereka lakukan.
source: http://www.lushusa.com/Our-History/about-history,en_US,pg.html

Produk Pertama

Produk lush dibuat dengan bahan-bahan segar dan peralatan sederhana. Tim peracik membeli buah jeruk, lemon, sari buah dan kayu manis sebagai bahan membuat sabun.
source: https://www.lushrussia.ru/catalog/soap/bogemiya.html
Nama sabun pertama Lush adalah Banana Moon, yang berbentuk silinder, hasil cetakan dari bekas pipa. Sabun Red Rooster dicetak dengan tempat kotoran kucing (pastinya belum pernah digunakan kucing sebelumnya, ya Minasan hehe) dan sabun Bohemian yang dibuat di pot kayu yang biasa digantung di kaca.
source: http://www.lushusa.com/Our-History/about-history,en_US,pg.html

Produk dan outlet Lush yang yummy

Bentuk outlet Lush seperti toko kue. Produk-produk kosmetik yang di display tanpa pembungkus ditambah warna produk yang mirip seperti jejeran kue.
Sabun diletakkan di kayu seperti tumpukan keju. Bath bombs seperti buah dan butter cream seperti kue. Harga barang-barang ini ditentukan dengan timbangan dan nantinya akan dibungkus dengan kertas pembungkus makanan atau greaseproof paper sehingga aroma kesegaran buah dan bahan-bahan lain dalam kosmetik, dapat tercium oleh konsumen.
source: http://www.theguardian.com/business/2007/apr/13/retail2
source: https://www.flickr.com/photos/dbur4900/242557648/
source: http://www.dariaburkova.com/2013/06/lush-haul.html

Dapur Lush

Lush menyebut tempat pengolahan produknya sebagai Kitchen. Mereka menggunakan alat-alat memasak untuk mengolah produk mereka, seperti cetakan dan Para konsumen, bisa melihat apa yang sedang dimasak di Lush痴 kitchen lewat akun resmi Lush Kitchen
source: https://twitter.com/LushKitchen/status/575254741984362496
source: https://twitter.com/LushKitchen/status/575256254081269761
source: https://twitter.com/LushKitchen/status/575279879635234816/photo/1
Sayangnya, Lush belum punya outlet resmi di Indonesia. Tapi, ada beberapa online shop di Indonesia yang menjual produk - produk Lush.