Kalau kita mencari tahu "zat berbahaya dalam kosmetik" dalam situs search engine, pasti paraben akan muncul. Masih banyak artikel yang menuliskan:

"Penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara paraben dengan peningkatan resiko kanker payudara. Ditemukan konsentrasi paraben yang sangat tinggi yaitu 90% pada kasus kanker payudara yang diteliti."

Namun tidak ada salahnya kamu kenali terlebih dahulu zat paraben sebelum kamu mempercayai pernyataan tersebut.

source: http://deadseacreams.com/paraben_free_products

Apakah Paraben Itu?

Paraben adalah bahan pengawet yang banyak digunakan dalam produk-produk makeup, skincare, maupun bodycare. Bahkan beberapa obat-obatan juga ada yang mengandung paraben. Fungsinya untuk memperpanjang usia pemakaian produk dan menjaga supaya produk tidak mudah terkontaminasi jamur ataupun bakteri. Biasanya paraben muncul dengan nama methylparaben, isobutylparaben, ataupun propylparaben.

source: http://penjualanggurterbaik.blogspot.co.id/2016/02/bahan-bahaya-kanser.html

Benarkah Paraben Bisa Memicu Kanker?

Isu yang mengatakan bahwa paraben merupakan zat yang berbahaya seseungguhnya berawal dari penelitian tahun 2004 yang berjudul "Concentration of Parabens in Human Breast Tumor" oleh tim Dr. Philippa D. Darbre dari Inggris. Penelitian yang diterbitkan di Journal of Applied Toxicology ini menemukan adanya jejak-jejak paraben dalam 20 sampel jaringan tumor payudara.

Peneliti memang menemukan kandungan paraben dalam sampel namun tidak pernah menyatakan bahwa paraben terhubung langsung dengan kanker payudara. Jejak paraben pada 20 sampel itupun tidak bisa dipastikan apakah bersumber dari produk kosmetik atau yang lain. Hasil penelitian tersebut banyak disalahartikan oleh beberapa oknum. Banyak juga brand yang menggunakan penelitian ini sebagai strategi marketing dan langsung mempromosikan paraben sebagai kandungan berbahaya.

Apakah Kita Perlu Menghindari Penggunaan Paraben?

Penggunaan bahan kimia dalam jumlah yang berlebih memang perlu dihindari begitu juga dengan paraben. Namun satu hal yang perlu diingat, bukan cuma bahan kimia saja yang bisa berbahaya jika dikonsumsi dalam jumlah tinggi, tetapi gula dan garam pun kalau kadarnya tinggi di dalam tubuh juga bisa berbahaya. Bahkan air pun bisa berbahaya kalau dikonsumsi secara berlebihan.

Penggunaan paraben dalam sebuah produk dianggap aman apabila tidak lebih dari 25%, sedangkan di dalam produk kosmetik umumnya kadar paraben hanya berkisar antara 0,01% hingga 0,3% saja. Menurut Skin Inc., situs yang memuat informasi tentang sains dan teknologi di belakang skincare, paraben akan keluar dari tubuh dalam waktu 36 jam.

Singkat kata, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) tidak mungkin meloloskan suatu produk untuk dijual di pasaran jika formulanya mengandung bahan kimia yang bisa membahayakan nyawa. Produk-produk kosmetik ini harus diuji dan melewati serangkaian tes terlebih dahulu sebelum sampai ke tangan konsumen. Kalau kamu memutuskan untuk mengganti seluruh kosmetik dengan produk berbahan dasar natural, tentunya tidak apa-apa. Namun jangan sampai menelan bulat-bulat info yang didapat tanpa mencari tahu dulu faktanya.