1. Sampo yang Tidak Tepat

Jangan menggunakan sampo anti-dandruff apabila rambut berjenis normal atau berminyak. Sampo anti-dandruff mengandung bahan yang khusus dibuat untuk rambut berketombe sehingga pada umumnya rambut normal atau kombinasi serta berminyak akan cenderung terlalu kering saat menggunakannya.

2. Terlalu Sering Colouring

Untuk colouring, lakukan pewarnaan paling cepat selang 6-9 bulan. Selama masa itu, kamu juga sebaiknya merawat rambut dengan vitamin dan serum yang melembapkan. Hindari colouring dan straightening di waktu bersamaan. Berikan waktu beristirahat untuk rambutmu.

3. Memakai Sisir yang Salah

Hindari menyisir rambut yang basah dengan sisir yang bergigi rapat dan gerakan kasar. Hal ini akan menyakiti rambut dan membuatnya rapuh. Gunakan saja sisir bergigi jarang dan menyisir dengan perlahan. Untuk rambut yang mudah rontok, jangan gunakan sisir berbentuk sikat agar rambut tak semakin banyak rontok.

4. Bergonta-ganti Sampo

Hindari terlalu sering mengganti merek sampo. Lebih baik cari satu merek yang memang cocok untuk rambut sesuai dengan jenisnya.

5. Mengeringkan Rambut dengan Handuk Kasar

Hindari menggesek dan mengeringkan rambut dengan handuk terlalu kasar karena akan menyebabkan kerusakan pada batang rambut dan mudah rontok.

6. Memakai Alat Elektronik Selama Perawatan

Sesekali ubahlah style rambut, terutama bagi kamu yang sering menggelung atau mengekor kuda dengan alat elektronik. Biarkan rambut dengan style natural. Sementara waktu hindari juga pemakaian hair dryer, karena rambut juga perlu beristirahat.

7. Merawat Rambut Sembarangan

Jangan asal memakai hair serum, terutama bila tak sesuai dengan jenis rambut. Terlalu sering melakukan hair extension juga lambat laun akan menyebabkan kebotakan, sehingga tidak disarankan terlalu sering melakukan hair extension.