source: http://www.estockanalysisblog.com/p/starter-sessions-how-to-start-investing.html

Perhatikan Profil Perusahaan

Saat ini, perusahaan investasi banyak yang berbentuk online. Misalnya, memanfaatkan sosial media. Sebagai investor, kita harus selektif.
Masyarakat bisa melihat situs Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti). Di Bappebti, akan terlihat apakah perusahaan investasi tersebut sudah mendapatkan izin atau tidaknya.
source: http://www.infobanknews.com/2014/11/perhatikan-dua-hal-ini-sebelum-berinvestasi-emas/

Saran Dari Ahli

Saran ini penting Minasan, agar kita bisa memilih instrumen investasi sesuai kebutuhan. Opini para ahli juga bisa membantu kita memilih perusahaan investasi yang pas.

Hitung Waktu Investasi

Ada investasi jangka pendek dan dan jangka panjang. Bedanya, investor jangka pendek hanya memerhatikan kapan waktu untuk membeli dan menjual saham. Sedangkan investor jangka panjang memerhatikan saham apa yang akan dibeli atau dijual, serta pada harga berapa ia akan membeli atau menjual saham tersebut.
Misalnya, jika Minasan memilin investasi properti (berupa tanah atau rumah), itu adalah jenis investasi jangka panjang. Sifat properti yang semakin lama semakin naik, lebih cocok dijadikan investasi jangka panjang.
source: http://www.cosmopolitan.co.id/article/read/10/2014/5000/4-hal-yang-perlu-diperhatikan-sebelum-berinvestasi-saham

Jangan Tergiur Untung

Minasan harus curiga, jika ada perusahaan investasi yang menjanjikan tingkat keuntungan yang jauh melebihi hasil tingkat bunga Bank umum dan bahkan dijanjikan tidak akan merugi.
source: http://finance.detik.com/read/2014/02/18/151430/2500973/5/ini-tips-agar-tidak-kena-tipu-investasi-bodong

Hadapi Risiko Terburuk

Kondisi ekonomi yang tidak stabil misalnya resesi dan tidak stabilnya suhu politik, akan berpengaruh pada iklim investasi. Investor harus siap menghadapi risiko rugi.

Setelah membaca tips singkat ini, pikir matang lagi rencana investasimu ya, Minasan!