1. Malas Mengganti Pembalut

Kesibukan sehari-hari membuatmu lupa mengganti pembalut? Sebaiknya hilangkan kebiasaan itu dan rajin-rajinlah mengganti pembalutmu. Pembalut yang dipakai seharian berpotensi menjadi sarang pertumbuhan bakteri, karena darah merupakan media yang paling disenangi oleh kuman dan virus. 

source: http://makassar.tribunnews.com/2015/07/09/saat-beralih-ke-pembalut-mens-pad-lebih-aman-dan-sehat-bisa-dicuci

Selain menimbulkan bau menyengat, pembalut yang sudah terlalu lama juga berpotensi menimbulkan penyakit kulit dan iritasi (merah, gatal dan perih) pada Miss V. Seberapa sering kita harus mengganti pembalut? 

Idealnya mengganti pembalut 4-6 jam sekali, Apabila sudah terasa lembab atau basah, maka otomatis harus di ganti pembalutnya. - dr. Amalia Nuggetsaiana, Dosen Fakultas Kedokteran UNDiP, Semarang
source: http://citizen6.liputan6.com/read/753691/wajib-ganti-pembalut-4-jam-sekali

Hal ini akan mengurangi potensi penumpukan bakteri yang dapat mengakibatkan infeksi leher rahim yang pada akhirnya mengacu pada kanker serviks.

2. Malas Mengganti Celana Dalam

Malas mengganti celana dalam dapat menimbulkan bau tidak sedap pada Miss V, bahkan bisa berakibat buruk untuk kesehatan organ reproduksi kita. Suasana yang lembap akan mengundang mikroba jahat & menyebabkan terjadi penumpukan kuman.
 

source: http://tabloidnova.com/Kesehatan/Wanita/Ini-Alasan-Perempuan-Inggris-Tidak-Pernah-Pakai-Celana-Dalam

Mikroba jahat akan bermigrasi dan pada akhirnya akan menimbulkan infeksi pada miss V, infeksi rahim bahkan infeksi radang panggul. Efek samping yang terjadi dari infeksi tersebut bisa menimbulkan bau amis yang tidak normal diakibatkan adanya peradangan pada bagian dalam Miss V.

Sebaiknya ganti celana dalam 3 kali sehari dan gunakan yang terbuat dari bahan katun memiliki sifat menyerap keringat sehingga daerah Miss V tidak lembap.

3. Tidak Membasuh Miss V dengan Air Bersih Setelah Buang Air

Beberapa wanita mengandalkan tissue toilet untuk mengeringkan daripada membasuh Miss V dengan air setelah buang air. Air akan membawa serta sisa air seni & kotoran yang menempel pada Miss V, sedangkan hanya menggunakan tissue untuk mengeringkan Miss V berpotensi menimbulkan bau tidak sedap, karena sisa air seni masih tertinggal di daerah yang sulit dijangkau.

source: http://www.aliexpress.com/cheap/cheap-shower-toilet.html

Selalu basuh Miss V dengan air bersih sehabis buang air dari arah depan ke belakang agar tidak terkontaminasi bakteri yang ada di bagian anus. 

4. Setelah Buang Air, Miss V Tidak Dikeringkan

Banyak wanita malas untuk mengeringkan Miss V sehabis buang air kecil. Kebiasaan buruk ini akan berdampak pada kesehatan organ reproduksi wanita, karena Miss V yang lembap merupakan tempat favorit bakteri untuk berkembang biak.

Suasana yang lembap juga akan menimbulkan bau yang tidak sedap pada Miss V dan jadi lebih mudah terinfeksi bakteri yang akhirnya menyebabkan keputihan. Lebih baik rajinlah untuk mengeringkan Miss V sebelum menggunakan celana dalam.

source: https://www.tokopedia.com/storeinc/tempat-tissue-toilet-up-up-tissue-roll-holder

5. Menggunakan Bedak Tabur

Sejumlah wanita kerap menggunakan bedak tabur Miss V terasa kering dan segar sepanjang hari. Tahukah anda bahwa hal tersebut berbahaya?
Pemakaian bedak dalam jangka waktu yang lama beresiko menimbulkan kanker ovarium. Bedak mengandung Magnesium Silikat yang dapat memicu kanker, partikel bedak yang masuk kedalam Miss V akan menimbulkan keputihan dan akan menimbulkan bau tidak sedap pada Miss V.

source: http://sidomi.com/355427/7-risiko-kesehatan-menggunakan-bedak-talk/

Menjaga agar Miss V selalu segar dan kering dapat dilakukan dengan cara mengganti celana dalam sesering mungkin, apalagi jika beraktivitas yang mengeluarkan banyak keringat. Gunakan celana yang tidak telalu ketat agar sirkulasi udara lancar sehingga Miss V tidak lembap.