1. Serum yang Kamu Gunakan Kurang Tepat

Coba perhatikan, apakah kulitmu mengalami iritasi dan breakout setelah mulai menggunakan serum? Bisa jadi serum yang kamu gunakan kurang tepat. Selalu cek kondisi kulitmu dengan ahli dermatologis untuk mengetahui permasalahan kulit yang kamu miliki sebelum menentukan produk skincare yang pas untukmu. Pilihlah jenis serum yang mampu mengatasi permasalahan kulitmu. 
 

source: https://www.beautycrew.com.au/products/detail/l%E2%80%99or%C3%A9al-paris-skin-perfection-correcting-serum/lop0088

Untuk mengatasi kulit kering, gunakan serum yang dapat menawarkan kelembapan ekstra seperti EVE LOM Intense Hydration Serum. Atasi juga kondisi kulit berminyak dengan formula yang dapat menekan produksi sebum dengan Kersin Florian Clarifying Oil-Control Serum. Untuk kamu yang berusia 20-an dan ingin mulai menggunakan serum, pilihlah L'Oreal Paris Skin Perfection Correcting Serum untuk menyempurnakan tekstur kulitmu.

2. Serum yang Kamu Gunakan Sudah Terlalu Lama

Bahan aktif di dalam serum umumnya bekerja secara optimal hingga 12 bulan setelah pertama kali dibuka. Lewat dari itu, kandungan bahan di dalamnya akan teroksidasi dan mengalami kontak dengan udara sehingga menurunkan kinerjanya. Walaupun kamu menyimpan serum di dalam kulkas, usahakan untuk membuangnya setelah lewat 12 bulan pemakaian dan menggantinya dengan yang baru agar dapat bekerja efektif.

3. Butuh Hasil yang Lebih Optimal

Serum yang kamu gunakan mampu membuat kulitmu tampak lebih cerah, namun tidak menyelesaikan permasalahan utama pada kulitmu? Jika kamu ingin mengatasi permasalahan kulit yang lebih spesifik seperti kulit kusam, hyperpigmentation, dan tanda-tanda penuaan, pilihlah serum dengan tingkat konsentrat bahan yang tinggi. Dengan begini, hasilnya akan lebih optimal. Perhatikan juga bahwa dengan bertambahnya usia, kondisi kulit akan berubah, jadi perhatikan jika terjadi perubahan pada kondisi kulitmu.

source: http://chicprofile.com/estee-lauder-new-resilience-lift-restorative-radiance-oil-spring-2015

Untuk mengatasi permasalahan seperti hyperpigmentation, pilihlah serum dengan kandungan bahan pencerah seperti Clarins White Plus Intensive Brightening Serum. Jika kulitmu mengalami iritasi dan kulit jadi memerah, gunakan serum yang dapat menenangkan kulit dari Dermalogica UltraCalming Serum Concentrate. Tanda-tanda penuaan juga dapat disamarkan dengan penggunaan serum anti aging seperti Estee Lauder Resilience Lift Restorative Radiance Oil

4. Serum yang Sesuai dengan Iklim Setempat

Produk serum yang dipilih tentu perlu disesuaikan dengan kondisi iklim dan cuaca tempat kamu tinggal. Jika kamu tinggal di tempat yang dingin, carilah serum yang mengandung bahan pelembap ekstra untuk mengatasi udara yang kering di daerah dingin. Timeless Truth Hyaluronic Acid Circulating Moisture Serum mampu melakukannya. Untuk kamu yang tinggal di iklim tropis, kamu juga bisa menggunakan Klairs Freshly Juiced Vitamin C Serum untuk mencerahkan wajah yang kusam akibat paparan sinar matahari.

source: https://www.amazon.com/Klairs-Freshly-Juiced-Drop-Rejuvenating/dp/B010FOFSH0

5. Tidak Cocok dengan Produk Skincare Lain

Serum mengandung bahan-bahan aktif yang mungkin dapat bereaksi jika digabungkan pemakaiannya dengan produk skincare lain. Untuk serum yang mengandung bahan seperti retinol dan vitamin C, pastikan kamu selalu memperhatikan cara penggunaannya. Jenis serum dengan kandungan bahan seperti ini terkadang membutuhkan waktu 30 menit agar bisa diserap baik sebelum menggunakan produk lain.

Pastikan juga kamu mengusapan sunscreen di pagi hari karena dapat membuat kulit jadi rentan terhadap sinar matahari. Jika sudah mematuhi cara pemakaian tapi masih tetap mengalamai permasalahan kulit seperti iritasi, mungkin kamu perlu memperhatikan kandungan bahan yang tidak cocok dengan kulitmu.