Mengapa Harus Memilih Parasetamol?

Pereda nyeri atau yang lebih dikenal dengan analgesik, merupakan obat yang dirancang untuk mengurangi rasa nyeri yang dialami oleh seseorang tanpa harus menghilangkan kesadaran orang tersebut. Analgesik banyak sekali macamnya, mulai dari parasetamol (asetaminofen), aspirin, asam mefenamat, dan juga ibuprofen. Setiap zat tersebut pasti memiliki efek samping.

Tak seperti obat analgesik yang lain, parasetamol adalah salah satu obat pereda nyeri yang ampuh meredakan nyeri dan demam tanpa mengiritasi lambung. Namun, tak ada satupun obat yang tak mempunyai efek samping, Parasetamol harus dikonsumsi dalam dosis yang benar. Jika parasetamol dikonsumsi dalam dosis yang terlampau tinggi, maka bisa menyebabkan gangguan hati.

Cukup mengerikan ya? Tapi, kamu tak perlu khawatir menggunakan obat ini untuk mengobati nyeri haidmu. Selagi kamu menggunakan obat ini sesuai dengan dosis yang tertera pada label atau sesuai dengan anjuran dokter.
Orang-orang yang tidak dapat mengonsumsi aspirin karena menyebabkan sakit atau rasa tak enak di lambung, dapat menggunakan parasetamol sebagai obat pereda rasa sakit dan penurun demamnya. The American Geriatric Society menganjurkan penggunaan parasetamol sebagai obat nyeri sendi pada orang-orang tua. Demikian pula The American College of Rheumatology menganjurkan penggunaan parasetamol untuk mengobati osteoarthritis ringan sampai sedang.
source: http://ernawatisinaga.blog.unas.ac.id/kesehatan/memilih-obat-pereda-nyeri-analgesika/

Yang Harus Diperhatikan Ketika Mengonsumsi Parasetamol

Parasetamol adalah salah satu zat analgesik yang bisa meredakan nyeri haid yang aman dikonsumsi oleh orang yang mempunyai gangguan lambung. Namun, kamu perlu menyadari bahwa setiap obat adalah racun. Itu berarti bahwa setiap obat membawa efek samping tersendiri. Meskipun aman untuk lambung, parasetamol dalam dosis yang tinggi dan digunakan dalam jangka waktu yang lama ternyata berbahaya bagi penderita penyakit hati dan peminum alkohol. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah ketika kamu akan mengobati demam dengan parasetamol, kamu harus memastikan bahwa suhu tubuh kamu diatas 36,8 derajat celsius. Jika suhu tubuhmu sudah turun mencapai suhu normal tersebut, paka penggunaan parasetamol wajib dihentikan. Dan untuk mengobati nyeri haid, kamu hanya boleh mengonsumsinya selama kamu merasa nyeri. Jika nyeri sudah hilang, segera hentikan pemakaian.

Berikut ini adalah dosis penggunaan parasetamol untuk dewasa : Dosis Lazim = 2 gram per hari Dosis Maksimal = 4 gram per hari
source: http://www.imamboll.com/2014/11/cara-menggunakan-parasetamol-yang-benar.html

Efek Samping Parasetamol

Setiap obat adalah racun. Begitu pula dengan parasetamol. Meskipun obat ini aman untuk lambung, namun obat ini tak aman untuk hati jika dikonsumsi dalam dosis tinggi dan jangka waktu yang lama. Obat apapun pasti akan mempunyai efek samping. Berikut ini adalah efek samping dari penggunaan parasetamol:

  • Hilangnya atau berkurangnya nafsu makan
  • Mual hingga muntah
  • Sakit perut
  • Mengeluarkan keringat berlebihan
  • Mengalami kecemasan atau kebingungan
  • Rasa kelelahan
  • Air seni berwarna gelap
  • Kulit mata menjadi menguning
  • Jika dikonsumsi oleh pecandu alkohol, parasetamol bisa meningkatkan resiko kerusakan hati.
  • Alergi seperti gatal, bengkak pada wajah, bibir, tenggorokan dan lidah.
  • Gangguan pernafasan
  • Ruam  kulit hingga  melepuh dan mengelupas.
source: http://halosehat.com/farmasi/obat/jenis-obat-analgesik-fungsi-efek-samping-dosisnya
Sebaiknya obat ini digunakan selain untuk pasien dengan gangguan fungsi hati dan juga pengonsumsi alkohol. Penggunaan obat ini untuk wanita yang sedang hamil, ibu menyusui, dan anak-anak dibawah 2 tahun, harus sesuai dengan petunjuk dokter.
source: http://halosehat.com/farmasi/obat/jenis-obat-analgesik-fungsi-efek-samping-dosisnya
Parasetamol memang bisa dijadikan alternatif obat penghilang nyeri yang tidak menimbulkan gangguan lambung. Namun perhatikan dosis dan jangka waktu penggunaannya agar tidak menimbulkan efek samping yang berbahaya untuk kesehatan.