Oat Meal

Oat meal adalah makanan yang umum digunakan sebagai pengganti nasi bagi orang yang peduli kesehatan jantungnya. Oat meal dapat menurunkan kolesterol, kaya serat, sangat baik untuk jantung dan dapat memelihara gula darah. Oat meal mengandung magnesium, fosfor, dan vitamin B1 sehingga dapat menjadi sumber energi.

Hal ini membuat oat meal sangat direkomendasikan oleh para ahli gizi untuk di konsumsi secara rutin. Oat meal juga mengandung cukup banyak protein yaitu sekitar 6g protein dalam satu mangkuknya.

Kacang-kacangan dan Biji-bijian

Kacang mede, kacang almond, kacang tanah, kacang merah dan berbagai jenis kacang lainnya sangat kaya akan mineral, zat besi, vitamin B, dan protein. Secangkir kacang-kacangan mengandung 15g protein.
 

Biji wijen, biji bunga matahari, biji chia, biji gandum utuh, dan biji jagung mengandung vitamin B, vitamin E, lemak tak jenuh, karbohidrat serta protein. Itulah mengapa kita perlu mengonsumsi biji-bijian. Dalam setiap cangkir biji-bijian terdapat 15g protein.

Sayur-sayuran

Kembang kol
Kembang kol sering disebut juga dengan bunga kubis, adalah sumber vitamin dan mineral yang sangat baik karena mengandung sedikit lemak jenuh dan sangat sedikit kolesterol. Kembang kol juga merupakan sumber protein yang baik karena mengandung 5g protein/ 180g. Namun, jangan berlebihan dalam mengonsumsinya, karena mengandung goiterogen yang dapat membuat perut kembung. 

Brokoli
Selain mengandung vitamin dan mineral, brokoli juga mengandung anti oksidan, meningkatkan kekebalan tubuh, mencegah radikal bebas, menjaga kesehatan sistem syaraf pusat (otak), dan meningkatkan kecerdasan. Kandungan protein dalam brokoli pun juga banyak yaitu sekitar 5g protein/180g brokoli.

Bayam
Protein yang dikandung dalam bayam sekitar 5g protein/ 180g. Kandungan lain dari bayam adalah vitamin A, Vitamin K, serta Kalsium. Bayam bermanfaat untuk menutrisi tulang dan sendi, mencegah anemia, meningkatkan kekebalan tubuh, menyehatkan kulit, serta menyehatkan penglihatan. Yang perlu diperhatikan adalah bayam harus segera dikonsumsi setelah dimasak karena dapat menjadi beracun jika dibiarkan lebih dari 12 jam.

Tahu dan Tempe

Sepotong 50g tempe goreng sudah cukup untuk meningkatkan mutu gizi 200g nasi. Dalam tempe juga ditemukan suatu zat antioksidan dalam bentuk isoflavon. Seperti halnya vitamin C, E, dan karotenoid, isoflavon juga merupakan antioksidan yang sangat dibutuhkan tubuh untuk menghentikan reaksi pembentukan radikal bebas.