Minum Air Putih yang Cukup

Kebutuhan tubuh akan air putih tidak berbeda antara hari-hari biasa dengan hari-hari di bulan Ramadan. Jika biasanya kamu minum 8 gelas air putih setiap harinya, maka begitu pula di bulan puasa. Aturlah waktu minum air putih di saat sahur dan berbuka. Misalnya 1 gelas saat bangun tidur sebelum sahur, 1 gelas sesudah makan sahur, dan 1 gelas lagi menjelang Imsak. Selebihnya 5 gelas air putih dibagi waktunya saat berbuka, sesudah sholat Maghrib, sesudah makan malam, selepas sholat tarawih dan sebelum tidur masing-masing 1 gelas.
source: http://finehealthtips.com/
Air putih sangat penting untuk melancarkan pencernaan dan mencegah dehidrasi. Air putih hangat akan lebih baik dibandingkan dengan air putih dingin. Selain memudahkan penyerapan zat-zat makanan, air hangat akan membuang racun dalam tubuh, mengatasi sembelit, serta menghindari dan meredakan flu dan batuk. Penyakit flu dan batuk seringkali menyerang di bulan puasa, karena banyak minum dingin di saat berbuka.

Mengkonsumsi Buah Sebelum Makan Besar

Mengonsumsi buah sekitar 20 menit sebelum makan besar adalah lebih baik untuk penyerapan nutrisi. Makan buah-buahan sebelum makanan yang lain akan meningkatkan kadar gula darah dalam tubuh. Hal ini juga akan menghindari makan berlebihan, yang bisa mengakibatkan perut terlalu kenyang dan mengantuk, padahal setelah sahur dan sholat subuh kamu harus beraktivitas, kan?
Buah merupakan sumber bahan makanan yang mengandung fruktosa sehingga dapat berpengaruh dan menimbulkan peningkatan kadar insulin. Oleh karena itu, waktu makan buah yang baik dianjurkan sebelum makan nasi karena untuk menghindari kerja berat dari pankreas yang menghasilkan insulin.
source: http://www.kompasiana.com/
Namun demikian, hindari buah-buahan yang rasanya asam, serta buah yang dibekukan atau buah kalengan yang mengandung bahan pengawet dan pemanis tambahan. Hal ini tentu akan membahayakan pencernaan kamu. Jika bosan dengan buah segar, kamu bisa menggantinya dengan jus tanpa gula, yang juga akan memberi zat besi sehingga tubuh tidak mudah lemas. Tapi ingat, jangan meminumnya di sela-sela makan besar, karena kurang baik untuk pencernaan.

Makan Makanan yang Sarat Gizi

Makanan yang mengandung karbohidrat kompleks seperti nasi merah atau roti gandum sangat baik untuk membuat gula darah stabil sepanjang hari. Makanan yang terlalu manis akan membuat perut mudah lapar karena tubuh melepaskan insulin dengan cepat. Sebaiknya gunakan pemanis alami seperti gula aren atau madu. Lauk pauk yang kaya protein, sayuran yang tinggi serat serta magnesium dan potassium juga akan memberikan cukup energi untuk kekuatan tubuh selama berpuasa.
“Orang berpuasa itu yang paling penting tidak merasa lemas dan lapar di siang hari,” ujar dr Samuel Oetoro, MS, Sp.GK, dokter spesialis gizi klinik dari Siloam Hospital.
source: http://www.cnnindonesia.com/
Agar menu sahur kamu tidak membuat cepat lapar, hindari banyak gorengan, karena makanan yang digoreng dapat mengurangi ikatan oksigen hingga 20%, sehingga kamu akan mudah mengantuk.

Menutup Sahur dengan Kurma dan Madu

Memakan 3 butir kurma dan 2 sendok madu akan melengkapi sahur kamu agar tidak cepat lapar selama berpuasa di siang hingga sore harinya. Selain kaya akan mineral dan vitamin, kurma juga mengandung serat yang melancarkan pencernaan. Kurma juga melindungi lambung dan saluran usus dari parasit dan bakteri.
source: http://www.nandyala.org/
Semua orang tahu, madu kaya nutrisi dan sangat baik untuk memperlancar metabolisme dalam tubuh. Selain menjaga pasokan energi, madu juga baik untuk mempertahankan berat badan serta berfungsi sebagai detoksifikasi atau pembuang racun dari dalam tubuh.
Jadi, jangan takut lapar selama puasa, jika kamu makan sahur dengan menu yang sehat dan seimbang. Dan jangan lupa pula, awali dengan niat ya, supaya sahurnya berkah dan puasanya diterima. Selamat menjalankan ibadah puasa!