Tak Ganti Sikat Gigi ini 5 Penyakit yang Muncul

Himbauan untuk selalu mengganti sikat gigi setiap tiga bulan sekali mungkin sudah melekat di dalam ingatan kita. Namun pada kenyataannya, sudahkah kita mengganti sikat gigi selama tiga bulan sekali? Bahkan, karena kecintaan akan bentuk dan kenyamanan sikat gigi tersebut, kita cenderung mengabaikannya dan menggunakan sikat gigi yang sama secara terus-menerus lebih dari tiga bulan.
source: http://www.gatesheaddental.com/wp-content/uploads/
Bagian Gigi Rentang Rusak
source: http://www.gatesheaddental.com/wp-content/uploads/
Fungsi utama dari sikat gigi adalah untuk menghilangkan kotoran yang menempel pada gigi berupa sisa-sisa makanan dan minuman. Sikat gigi yang banyak dijual di pasaran memiliki desain khusus yang dapat kita sesuaikan dengan kebutuhan gigi karena bentuk gigi setiap individu yang berbeda-beda. Hal yang perlu mendapatkan perhatian khusus yaitu memilih bulu sikat. Bagi pemilik gusi sensitif yang mudah berdarah, kita dapat memilih bulu sikat yang lebih lembut seperti sikat gigi yang khusus untuk anak-anak. Semakin sering digunakan, bulu sikat tersebut tidak akan berfungsi secara maksimal untuk menghilangkan sisa-sisa makanan dan minuman yang terselip diantara sela gigi. Jika kita jeli memperhatikan kondisi sikat gigi yang kita pakai, akan terlihat endapan berwarna kekuningan seperti tumpukan karang pada bagian dasar kepala sikat gigi. Itulah alasan mengapa kita harus rutin mengganti sikat gigi paling tidak selama tiga bulan sekali.
Akibat Tidak Ganti Sikat Gigi
Sikat gigi berhubungan langsung dengan organ mulut yang tentunya akan berdampak buruk jika tidak memperhatikan kebersihannya. Banyak kuman dan bakteri berbahaya yang mengendap pada sikat gigi penyebab penyakit mulut. Sesering apapun kita menggosok gigi, kuman dan bakteri tersebut akan tetap menyerang tubuh kita melalui peralatan oral yang tidak terjaga kebersihannya. Berikut adalah beberapa penyakit yang seringkali menyerang mulut akibat kurangnya mejaga kebersihan peralatan gigi
1. Calculus, Munculnya Plak dan Karang Gigi
source: http://www.redrockdental.org/lp/plaque.html
Karang gigi digolongkan ke dalam salah satu penyakit gigi yang timbul akibat tidak mengganti sikat gigi secara berkala. Mengapa karang gigi dapat muncul pada permukaan gigi? Pada mulanya, sikat gigi kurang efektif membersihkan sisa-sisa makanan yang tertinggal pada gigi. Sisa-sisa makanan yang tidak dapat dibersihkan secara keseluruhan tersebut akan diolah oleh bakteri di dalam ludah sehingga menghasilkan suatu asam. Tingkat keasaman yang semakin tinggi menyebabkan munculnya plak dan karang gigi yang semakin lama akan semakin menumpuk pada bagian gigi tertentu. Jika dibiarkan, karang gigi yang menumpuk akan mendesak dan menggeser posisi gigi sehingga menjadikan gigi tampak renggang.
2. Gingvitis, Peradangan Pada Gusi.
source: http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/gingivitis/multimedia/gingivitis/img-20006944
Radang pada gusi.
source: http://www.soothing.dental/blog/uploads/
Peradangan pada gusi ditandai dengan gusi yang berdarah pada saat kita menggosok gigi. Selain karena faktor kekurangan asupan vitamin C di dalam tubuh, salah satu faktor penyebabnya adalah karena bulu sikat yang sudah kaku dan kasar. Bentuk bulu sikat yang kaku dapat melukai gusi sehingga menimbulkan peradangan. Sebagai langkah pencegahan, sebelum menggunakan sikat gigi yang baru, alangkah baiknya merendam terlebih dahulu kepala sikat dengan air panas selama beberapa menit agar bulu sikat menjadi lebih lembut dan fleksibel.
3. Stomatitis, Radang Mulut
source: http://nursingboost.com/wp-content/uploads/
Radang pada mulut disebut juga sariawan
source: http://nursingboost.com/wp-content/uploads/
Salah satu bentuk dari radang mulut adalah sariawan. Penyebab munculnya radang mulut adalah karena bakteri dan kuman berkembang tak terkendali. Bakteri dan kuman tersebut banyak ditemukan pada kondisi gigi yang berkarang. Karang gigi merupakan tempat berkembang biak yang baik bagi kuman dan bakteri penyebab radang mulut. Untuk mencegahnya, sebaiknya segeralah mengganti sikat gigi selama tiga bulan sekali agar pembersihan sisa-sisa makanan dapat dilakukan secara maksimal. Radang mulut juga dapat menyebabkan timbulnya bau mulut dan akan mengganggu penampilan.
Hasil survey membuktikan bahwa selama ini masyarakat masih menganggap dokter gigi hanya bertugas sebagai tukang cabut dan tambal gigi saja. Mereka mengira bahwa kunjungan ke dokter gigi merupakan tindakan pengobatan, bukan sebagai langkah pencegahan. Menyisihkan sebagian dana untuk biaya perawatan kesehatan gigi juga merupakan salah satu langkah investasi diri, lho!