1. Radang Lambung

Lambung yang terluka bisa menyebabkan iritasi akibat cairan lambung pada mukosa lambung. Gejala yang ditimbulkan nyeri di bagian ulu hati setelah makan. Melewatkan jam makan dapat meningkatkan beban asam duodenum yang bisa memperburuk radang lambung.

2. Stres

Bila sering melupakan waktu makan bisa jadi pertanda stres. Saat berhadapan dengan faktor stres, secara fisik dan mental tubuh akan merespon dengan perlawanan alami. Seperti lupa makan, sakit kepala, mudah cemas dan kram perut.
source: http://www.milagrosnews.com/gangguan-kesehatan-yang-membuat-tubuh-menjadi-gemuk-324.html

3. Kram Perut

Telat makan bisa mengakibatkan Irritable Bowel Syndrome yang mengacu pada distres lambung, kram perut dan nyeri, sembelit atau diare dan kembung. Penyakit ini bisa terjadi karena usus mengalami iritasi karena pola makan salah.
source: http://tanjungherbal.com/blog/kejang-perut-apakah-itu/

4. Semakin Gemuk

Hal ini kerap terjadi pada orang yang sedang menjalani diet dengan melupakan jam makan. Sering menahan rasa lapar justru dapat membuat seseorang sulit fokus. Sehingga memilih makanan apa saja yang ada di depan mata tanpa mempertimbangkan faktor gizi.

5. Mudah Lelah

Mengabaikan jam makan bisa menyebabkan keadaan tubuh menurun. Pasokan gula darah yang masuk ke otak akan mengalami gangguan setelah 4-6 setelah makan terakhir. Bila gula darah terganggu tubuh tidak dapat menjalankan tugasnya secara efisien. Gula darah yang menurun dapat mempengaruhi konsentrasi serta kinerja mental dan fisik sehingga mudah lelah dan lesu.
source: http://manado.tribunnews.com/2015/03/22/aktivitas-segunung-tak-mudah-lelah-pakai-dopping-no-ini-caranya

6. Metabolisme Terganggu

Metabolisme tubuh terjadi untuk pembakaran kalori menjadi energi yang kita gunakan sehari-hari. Metabolisme bisa terjadi karena tubuh mendapat asupan kalori. Bila telat makan metabolisme tubuh otomatis terganggu sehingga menyebabkan tubuh merasa lemas.