Meski nail art dianggap popular baru-baru ini sebagai bagian dari tren kecantikan, siapa sangka seni menghias kuku sudah ada sejak dulu. Di jaman Babilonia kuno, pria mewarnai kuku mereka sebagai simbol status sosial. Warna hitam menunjukkan kasta yang lebih tinggi sedangkan warna hijau simbol kasta yang lebih rendah.
Pada masa Mesir kuno sekitar 5000-3000 SM, wanita menjadikan warna kuku sebagai simbol status sosial. Dengan menggunakan tanaman pacar atau lebih dikenal dengan Henna yang diambil ekstraknya.
Di Cina pada masa dinasti Ming, para wanita menggunakan cat kuku dari bahan lilin, gelatin, putih telur, zat pewarna sayuran, dan permen karet untuk membuat pewarna kuku sesuai yang diinginkan secara alami. Lain lagi halnya pada masa dinasti Zhou, justru masyarakat bergelar bangsawan yang gemar menggunakan warna emas dan perak sebagai penanda kasta. Namun pada perkembanganya, warna hitam dan merah dipilih sebagai penanda status sosial masyarakat masa itu.
Seiring dengan berjalannya waktu, di abad ke-18 mewarnai kuku tidak hanya dilakukan oleh bangsawan sebagai identitas status sosial. Ketika modernisasi mulai di Eropa tahun 1830, penggunaan cat kuku menjadi sebuah tren yang dilakukan untuk mempercantik diri. Di Amerika, pada akhir abad ke-19 pewarnaan kuku bahkan dijadikan sebagai salah satu peluang bisnis.
Kini di era modern, penggunaan cat kuku adalah bagian dari mode dan merupakan tren kecantikan yang terus berkembang. Salah satu yang paling dikenal hingga kini adalah French manicure yakni nail art yang diperkenalkan di pekan mode Paris oleh Jeff Pink pada tahun 1976. Jeff Pink merupakan pendiri perusahaan kosmetik ORLY yang eksis pada masa itu.
Penggunaan cat kuku semakin populer di tahun 1994 ketika aktris Uma Thurman dalam film Pulp Fiction memakan cat kuku berwarna merah gelap dari brand Chanel. Nail air benar-benar mencapai popularitasnya ketika masuk tahun 2011. Ajang fesyen dunia mulai menjadikan warna-warna cantik kuku untuk menarik perhatian pecinta kuku. Menjadikannya tren kecantikan dan bagian dari kosmetik wanita yang tak boleh ditinggalkan.
Henry Hollands, desainer asal London memperkenalkan nail art dengan motif houndstooth di London Fashion Week tahun 2012 lalu. Dengan warna biru dan hitam yang berhasil memukau dan menarik perhatian pecinta fesyen. Di Indonesia pun, nail art mulai popular tahun 2012. Banyak wanita yang ingin merias kuku dengan dekorasi cantik dan manis.
Tren Nail Polish 2015 dari Revlon Masuk tahun 2015 ini, Revlon memperkenalkan tren baru dalam mewarnai kuku. Dengan NEW Revlon Parfumerie? Scented Nail Enamel, Minasan akan merasakan sensasi harum ketika memulas cat kuku.
Koleksi Revlon Parfumerie? menyediakan 8 warna cat kuku dengan aroma parfum yakni Fruits & Floral, Sweets & Spices, dan Freshes. Tersedia warna-warna klasik hingga warna-warna yang menjadi tren saat ini.