Pekan mode tahunan ini akan menjadi acara besar bagi para insan fashion sebagai titik balik prestasi dan juga simbol fashion di Indonesia. Tak kurang 230 desainer, 747 brand, serta sekitar 2500 tampilan busana akan ditampilkan dalam acara ini. Para fashionista pun dapat menyaksikan gelaran 32 fashion show dari perancang busana dalam dan luar negeri seperti Jepang, Korea Selatan, India, dan Australia.
Dari dalam negeri, perancang busana yang akan berpartisipasi dalam event ini adalah Ivan Gunawan, Itang Yunasz, Lenny Agustin, Ria Miranda, Jenahara, Albert Yanuar dan Anne Avantie. Sedangkan dari luar negeri, dua diantaranya adalah Siddhart Shashankan (India) dan Steven Tach (Jepang).
Perhelatan IFW 2015 ini akan semakin meriah karena berbeda dengan IFW tahun lalu yang hanya menggunakan satu panggung. Dalam gelaran tahun ini, ada dua panggung yang akan digunakan untuk memamerkan rancangan busana dari para desainer ternama. Dua panggung ini akan ditempatkan di Hall A dan Hall B. Untuk penikmat Hijab Fashion, Cendrawasih Hall dipersembahkan untuk menampung sekitar 160 booth busana muslim untuk dipamerkan.
Tak hanya sebagai ajang pameran busana, IFW 2015 kali ini juga menawarkan program menarik yakni kompetisi modeling. Bertajuk “Asia New Star Model Contest”, acara ini bekerja sama dengan Korea Model Association untuk mencari bakat baru peraga busana. Pemenang dari dari kompetisi ini akan dikirim ke Korea Selatan dan bersaing dengan 15 kontestan lain Negara lainnya. Selama satu minggu, para pemenang akan dibekali pelatihan modeling untuk menambah pengetahuan mereka.
Selain kompetisi modeling, IFW 2015 kali ini juga bekerja sama dengan KOEFIA International Academy of Altamoda untuk memberikan beasiswa dari lomba Indonesia Fashion Design Competition. Dalam kesempatan ini, direncanakan bahwa IFW akan mendirikan sekolah mode di Indonesia bekerjasama dengan institusi tersebut.
Ajang IFW 2015 kali ini juga didukung sepenuhnya oleh pemerintah dengan keterlibatan empat kementrian yaitu Kementerian Pariswisata, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan serta Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah. Menurut Dina Midiani direktur IFW, “IFW memang menjadi partner dari pemerintah untuk mewujudkan cita-cita menjadikan Indonesia pusat mode dunia di tahun 2025. Di 2015 kita mulai melangkah dengan pengembangan busana muslimah.”
Di tahun 2019, pemerintah tengah mencanangkan bahwa Indonesia akan menjadi pusat mode untuk moslem wear. Tentu saja hal ini akan menjadi visi yang luar biasa besar dan butuh kerjasama dari banyak pihak untuk mewujudkannya. Tidak heran dalam ajang ini pula, IFW memberikan kesempatan bagi para pemilik brand mode untuk bertemu dengan buyer dari luar negeri. Ini akan menjadi awal yang baik untuk membuka mata dunia terhadap koleksi fesyen dari Indonesia.
Dalam tiga hari ke depan, IFW 2015 akan resmi dibuka dan menjadi salah satu event tahunan yang wajib dikunjungi pecinta fesyen. Tak hanya menyaksikan perhelatan akbar perancang busana nasional dan internasional. IFW 2015 juga memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk turut mengapresiasi karya anak bangsa melalui brand fashion yang akan dipamerkan selama empat hari berturut-turut.