1. Cuci Tangan Hingga Bersih

Sebelum mulai mengecat kuku, pastikan tanganmu dalam keadaan bersih. Rendam tangan di atas baskom manicure. Tambahkan minyak esensial pada cairan manicure. Gunakan sikat kecil dan sabun cair untuk membersihkan kotoran yang menempel. Merendam tangan bisa mengangkat sel kulit mati atau kulit yang mengelupas akibat alergi pada kulit.

2. Potong Kuku dengan Rapi

Kuku yang panjang akan rentan rapuh. Jika kamu suka memanjangkan kuku, sebaiknya panjang kuku tidak lebih dari setengah inchi. Kuku yang tidak terlalu panjang akan lebih kuat dan mudah perawatannya. Sebelum memoles kuteks, potong kukumu terlebih dahulu. Usahakan semua kuku berbentuk sama, agar terlihat rapi. Kuku dibentuk mengikuti bentuk jarimu. Tiap orang memiliki bentuk jari yang berbeda-beda, sehingga bentuk kuku pun akan berbeda. Ada yang berbentuk persegi dan ada yang oval. Setelah dipotong, kikir kukumu dengan hati-hati dan searah.
source: http://xmetic.com/blog/wp-content/uploads/2015/08/6776ac4f-0d0a-4604-bb1c-a1d61fad2beb.jpg

3. Pelihara Kutikula

Lebih baik peliharalah kutikula daripada memotongnya. Memotong kutikula justru akan membuatnya semakin menebal. Saat mewarnai kuku, lapisan kuteks di atas kutikula akan lebih cepat mengelupas. Karena itu, pelihara kutikula sebaik mungkin. Mendorong kutikula dengan stick khusus atau penjentik kutikula merupakan cara aman daripada memotongnya.

4. Bersihkan Kotoran di Kuku

Sebelum menggunakan kuteks, kuku harus dibersihkan terlebih dahulu dari kotoran, sisa lotion atau minyak. Jika kuku belum bersih, maka kuteks akan lebih mudah mengelupas dan tidak tahan lama. Gunakan kapas bersih dan alat pada pemotong kuku untuk mengangkat kotoran. Terkadang alergi pada kulit juga meninggalkan bekas pada luka pada kulit di sekitar kuku. Karena itu, bersihkan dulu kukumu sebelum mengecatnya.

5. Gunakan Lapisan Dasar

Penggunaan lapisan dasar sangat penting sebelum kamu mulai memoleskan kuteks. Lapisan dasar memiliki banyak fungsi. Selain untuk menjaga agar bahan kimia pada kuteks tak langsung meresap di kulit, lapisan dasar juga berfungsi untuk membuat kuteks menempel lebih erat. Selain itu, lapisan dasar juga berfungsi meratakan permukaan kuku yang bergelombang.

6. Poleskan Kuteks

Setelah lapisan dasar mengering, mulailah menggunakan kuteks dan pilih warna yang kamu inginkan. Cara memoles kuteks yang baik adalah memolesnya secara searah mulai dari pangkal hingga ujung kuku. Jangan memolesnya berulang kali karena justru akan membuat kuteks menggumpal dan menghasilkan garis yang tidak rata. Pada setiap kuku, oleskan kuteks tiga kali sapuan, yaitu di tengah dan di sisi kanan-kiri kuku. Tunggu hingga kering sebelum kamu menambahkan sapuan lain. Sapuan tambahan berfungsi meratakan dan menutup bagian kuteks yang belum sempurna.

7. Oleskan Top Coat

Top coat dioleskan di atas lapisan kuteks. Sebelum mengoleskannya, pastikan lapisan kuteks sudah benar-benar kering. Top coat berfungsi sebagai lapisan yang melindungi agar kuteks tak cepat pudar dan mengelupas.

8. Pilih Kuteks Berkualitas

Kuteks yang punya mutu bagus adalah kuteks yang awet, tidak berserat, dan tidak mudah mengelupas. Beberapa kuteks merk ternama yang bisa kamu coba adalah kuteks Revlon, Maybeline, dan Oriflame. Harga kuteks Revlon berkisar antara Rp43.000 hingga Rp83.000. Sedangkan kuteks Maybeline bisa kamu dapatkan dengan harga Rp30.000. Sedangkan kuteks Oriflame bisa kamu dapatkan dengan kisaran harga Rp30.000 - Rp80.000.
source: http://gdetail.image-gmkt.com/618/603863519/2014/7/05f545b2-8749-4139-8b35-f7a581f6575d.jpg
Itulah 8 tips jitu yang bisa kamu praktikkan saat mewarnai kuku dengan kuteks. Penggunaan kuteks yang baik akan membuat kukumu menjadi lebih cantik dan menawan. Semoga bermanfaat, ya!
Rekomendasi Produk
OPI DS Top Coat ini bisa memberikan finishing yang catchy untuk kuku kamu. Produk ini dijual dengan harga sekitar Rp170.000.

Klik MAU dan dapatkan kesempatan untuk memiliki produk ini. Kami akan memilih 3 orang yang beruntung untuk mendapatkan produk yang kamu pilih. Good luck!