1. Gunakan Alat Pencukur yang Tepat

Pilih pencukur rambut yang bersih dan tajam. Pencukur yang tumpul justru bisa membuat kulit lecet, berbekas, dan bisa menyebarkan bakteri. Alat yang direkomendasikan yaitu memiliki dua mata pisau dengan gerakan fleksibel. Sebaiknya gunakan alat pencukur baru karena alat pencukur yang sudah pernah digunakan dapat menyimpan bakteri.
Kamu bisa memilih salah satu dari produk Gillette yang dikhususkan untuk perempuan seperti Gillette Daisy Plus 2 Razors for Woman dengan harga sekitar Rp12.000, atau Gillette Simply Venus Elastomer Handle Pink - 4 Disposable Razor yang dilengkapi MoistureRich dan microfins dengan harga sekitar Rp57.000. Kedua produk ini bisa kamu dapatkan di Lazada.

2. Mencukur Setelah Mandi

Setelah mandi menjadi waktu yang tepat untuk membersihkan bulu kemaluan. Pasalnya saat itu kulit dan rambut berada dalam kondisi lembut. Sehingga saat dibersihkan kulit tidak mudah luka dan iritasi. Lebih baik bila sebelumnya menggunakan air hangat agar kantung rambut mudah terbuka.

3. Menggunakan Kondisioner

Kondisioner membuat rambut di area vagina lebih lembut. Gunakan sabun mandi selama 20 detik untuk mencegah iritasi kulit dan bilas dengan air. Kemudian gunakan kondisioner untuk memudahkan dalam proses mencukur.

4. Perhatikan Arah Mencukur

Salah arah mencukur ternyata bisa membuat pertumbuhan rambut kasar. Untuk hasil pertumbuhan rambut yang lebih halus cobalah untuk mencukur berlawanan arah dengan pertumbuhan rambut. Namun, bila kulit sensitif maka harus mencukur rambut sesuai arah pertumbuhan.

5. Selesai Mencukur

Setelah selesai mencukur sebaiknya gunakan busana yang lebih longgar. Hal ini untuk menghindari iritasi dan kulit masih dalam keadaan sensitif setelah bercukur. Bila terjadi iritasi, gunakan krim hydrocortisone untuk melembutkan kulit.