Rasa gatal yang muncul pada area Miss V bisa saja disebabkan karena pemakaian pembalut pada saat menstruasi. Namun tidak hanya itu, rasa gatal juga bisa menjadi gejala dari permasalahan yang lebih serius. Dilansir dari womenshealthmag.com, berikut merupakan beberapa penyebab munculnya rasa gatal pada miss V.
source: http://www.bustle.com/articles/93765-how-is-your-vagina-different-from-other-vaginas-7-things-you-need-to-know-about-your

Bakteri Vaginosis

Bakteri vaginosis merupakan penyebab umum munculnya rasa gatal pada vagina yang disebabkan oleh ketidakseimbangan bakteri sehat dan adanya perubahan pH pada vagina. Serupa dengan infeksi jamur, namun pada kasus ini cairan yang muncul lebih berair dan biasanya berbau. Pengobatan dapat dilakukan dengan krim khusus yang biasanya dijual secara bebas. Namun, jika dengan pengobatan biasa saja tidak dapat mengatasinya maka sebaiknya hubungi dokter untuk mendapatkan pengobatan khusus.

Infeksi Jamur

Sama halnya dengan bakter vaginosis, infeksi jamur seringkali disebabkan oleh ketidakseimbangan pH pada vagina. Hal ini dapat terjadi karena penggunaan antibiotik, seks, stres, atau perubahan pola makan. Perlu diketahui juga bahwa wanita penderita diabetes memiliki risiko lebih tinggi. Selain rasa gatal biasanya muncul juga cairan putih dan kental pada vagina. Infeksi jamur pada vagina dapat diobati dengan obat-obat yang dijual bebas di berbagai toko obat. Menjaga vagina agar selalu bersih juga dapat mencegah agar tidak terjadi infeksi kembali.

Kontak Dermatitis

Iritasi kulit dapat disebabkan oleh penggunaan produk tertentu, yang mungkin mengandung bahan wewangian atau aditif. Selain muncul rasa gatal, mungkin kamu juga akan melihat adanya kemerahan, bengkak, dan penebalan pada kulit. Hal ini juga bisa disebabkan oleh rutinitas mencukur bulu kemaluan. Jika kamu memang memiliki kulit yang sensitif dan rentan terhadap iritasi, sebaiknya gunakan produk kebersihan seperti sampo, deterjen, ataupun pelembut pakaian yang hypoallergenic.

Eksim atau Psoriasis

Kedua penyakit kulit genetik ini juga dapat menyebabkan kemerahan dan rasa gatal di area kelamin. Jika kamu didiagnosis terkena penyakit seperti ini, steroid ringan seperti hidrokortison atau berendam dengan oatmeal dapat membantu meringankan ketidaknyamanan pada Miss V. Jika dalam waktu seminggu tidak kunjung mereda, sebaiknya kunjungi dokter untuk konsultasi metode pengobatan lainnya.
source: http://www.bustle.com/articles/88047-what-does-vagina-mean-7-things-you-need-to-know-about-vaginas-because-theyre-amazing

Lichen Sclerosus

Lichen sclerosus merupakan penyakit kulit yang cukup serius yang dapat menyebabkan rasa gatal pada vulva. Penyakit ini biasanya ditandai dengan adanya bintik-bintik putih pada area kulit. Beberapa ahli medis berpendapat bahwa penyakit kulit ini mungkin disebabkan oleh hormon atau sistem kekebalan tubuh yang terlalu aktif. Lichen sclerosus memerlukan diagnosis dari dokter kandungan dan pengobatan khusus.

Perubahan Hormon

Perubahan hormon yang biasanya terjadi pada saat menstruasi, kehamilan, menopause, atau konsusmi KB, juga dapat menjadi penyebab munculnya rasa gatal pada Miss V. Produk yang digunakan selama menstruasi, seperti pembalut atau panty liner, biasanya mengandung pewarna atau wewangian yang dapat menambah ketidaknyamanan. Pilihlah produk organik yang dapat meminimalkan risiko iritasi jika memang kamu memiliki kulit yang sensitif. Konsultasikan dengan dokter jika rasa gatal yang disebabkan oleh adanya perubahan hormon benar-benar mengganggu.

Penyakit Seks Menular

Rasa gatal yang muncul di area Miss V juga bisa menjadi tanda terserangnya penyakit seks menular, seperti klamidia, herpes, trichomoniasis, dan gonore. Jika kamu merasakan gatal yang dibarengi dengan gejala penyakit seks menular lainnya seperti sensasi terbakar saat buang air kecil, cairan yang berbau, nyeri pada area kelamin, dan rasa sakit saat berhubungan seksual, sebaiknya segera periksakan ke dokter ahli kandungan.