1. Fungsi Air untuk Mengatur Kelembapan Kulit

Hampir seluruh metabolisme yang terjadi dalam tubuh membutuhkan air baik untuk mengatur suhu tubuh, menyalurkan nutrisi makanan dan oksigen ke sel, meringankan beban kerja ginjal dan hati dalam melarutkan sisa metabolisme. Selain itu, air membantu melarutkan mineral, melembabkan saluran nafas, telinga, hidung, mengatur kelembaban kulit, sebagai pelumas persendian dan fungsi vital tubuh.

2. Kebutuhan Cairan Tergantung Pada Berat Badan

Sebenarnya kebutuhan air masing-masing orang berbeda-beda. Tergantung pada berat badan dan juga aktivitas. Menurut sebuah penelitian Institute Medicine rata-rata kebutuhan cairan orang sehat untuk laki-laki 13 gelas (3 liter) dan wanita 9 gelas (2,2 liter) dalam sehari.

3. Minum Air Putih Setiap Saat

Minum air putih 8 gelas sehari (1,9 liter) masih tetap dianjurkan karena angka ini sudah populer dan mudah diingat. Untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh, jangan hanya minum air putih saat haus. Tapi juga saat kepanasan, olahraga ataupun saat berada di ruangan dingin. Karena pada dasarnya meski tidak haus sekalipun kita tetap memerlukan air.
Beberapa faktor yang mempengaruhi kebutuhan air minum adalah lingkungan. Akibat cuaca panas beberapa orang lebih mudah berkeringat. Daerah dengan ketinggian 2.500 meter menyebabkan orang lebih sering mengeluarkan urin dan bernapas lebih cepat sehingga banyak air yang keluar dari tubuhnya.

4. Konsumsi Makanan yang Banyak Mengandung Air

Cairan bisa berasal dari makanan yang mengandung banyak air seperti sayuran dan buah-buahan. Bahan makanan tersebut terdiri dari semangka, bayam, tomat, selada, brokoli, strawberi, seladri dan mentimun. Konsumsi bahan makanan tersebut dapat membuta kebutuhan cairan tubuh lebih mudah terpenuhi. Untuk minuman sebaiknya minum air putih, karena air lebih mudah diserap dan juga tidak berkalori.

5. Cara Mengetahui Kebutuhan Cairan Sudah Terpenuhi

Cara paling umum adalah memperhatikan warna air seni (urine). Jika warnanya jernih atau kuning terang artinya jumlahnya cukup kurang lebih 1,5 liter, tidak terlalu merasa haus. Jumlah cairan yang dikonsumsi berarti cukup.

6. Tubuh Membutuhkan Cairan Lebih Banyak Pada Kondisi Tertentu

Kondisi demam tinggi, diare, terlalu panas, setelah aktivitas fisik yang berlebihan, setelah menderita penyakit infeksi saluran kencing atau batu saluran kemih (kencing batu) membutuhkan cairan lebih banyak. Saat diare banyak cairan yang keluar sehingga banyak pula cairan yang digantikan. Perlu diketahui bahwa kekurangan air yang haus tidak hanya mulut tapi juga otak. Ketika tubuh dehidrasi cairan di otak akan menurun dan asupan oksigen yang mengalir ke otak akan menurun.

7. Batasi Konsumsi Cairan Tubuh

Kondisi yang perlu membatasi jumlah asupan cairan seperti penyakit jantung berat dan gagal ginjal. Gangguan ginjal menyebabkan seseorang tidak dapat membuang cairan secara normal. Sehingga kelebihan cairan dapat memberatkan kerja ginjal. Kelebihan cairan bisa menyebabkan sesak napas dan bermasalah pada jantung. Sebaiknya konsultasi dahulu kepada dokter yang bersangkutan untuk mengetahui seberapa besar air yang harus dikonsumsi setiap hari.
Perhatikan konsumsi kebutuhan cairan yang masuk ke tubuh. Pastikan bahwa kebutuhan cairan kita terpenuhi bukan hanya melalui minuman tapi makanan yang mengandung banyak cairan untuk menjaga tubuh tetap sehat. Yuk, mulai pola hidup sehat dari sekarang.